Berita  

Dirut PLN Suarakan Kolaborasi Transisi Energi dalam ASEAN-Indo-Pasific Forum (AIPF)

Dalam forum ini Direktur Utama PLN juga menyampaikan langkah kolaboratif PLN bersama negara-negara ASEAN dalam bentuk ASEAN Power Grid. Kiri ke kanan: Caroline Chua (Head of Asia Pacific Decarbonization for BloombergNEF), Darmawan Prasodjo (Direktur Utama PLN), dan Kathy Wu (Regional President APAC of BP).
banner 120x600

Wordly.id|Mataram, Jakarta – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kolaborasi dalam transisi energi merupakan kunci utama keseimbangan trilema energi yaitu security (ketahanan), affordability (keterjangkauan) dan environment sustainability (keberlanjutan lingkungan), Rabu (6/9/23), hal tersebut disampaikan dalam ASEAN-Indo-Pasific Forum (AIPF).

Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa AIPH ini diwujudkan agar dapat menjalin kerja sama yang lebih kuat dalam diskusi konstruktif sehingga dapat  meningkatkan kolaborasi antar sektor swasta dan publik di Kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.

“Pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat membuat permintaan pasokan listrik juga semakin tinggi. Hal ini adalah tantangan kita bersama dan berusaha agar pertumbuhan ekonomi dengan ketahanan energi tetap seimbang,” kata Erick.

Darmawan menjelaskan, transisi energi kemungkinan dapat dilakukan, karena tarif listrik dari energi baru terbarukan (EBT) semakin murah. Akan tetapi meskipun ongkos operasionalnya relatif lebih murah, pembangkit EBT tetap membutuhkan investasi capital expenditure (investasi jangka Panjang demi keberlangsungan transisi energi).

“Dalam 2 tahun terakhir, PLN telah menjalankan berbagai upaya transisi energi yang di antaranya adalah membatalkan rencana pembangunan 13,3 Gigawatt (GW) pembangkit batu bara, mengganti 1,1 GW pembangkit batu bara dengan EBT, serta menetapkan 51,6% penambahan pembangkit berbasis EBT,” jelas Darmawan.

Saat ini PLN sedang mendesain dan membangun end-to-end smart grid, dengan jaringan baru ini PLN dapat meningkatkan porsi pembangkit energi surya dan angin dari 5 GW menjadi 28 GW, sehingga semakin cepat bisa mengatasi ketidaksesuaian sumber EBT dengan pusat demand listrik dan mengakomodasi penetrasi EBT variable yang sangat masif.

“ASEAN Power Grid bukan hanya soal listrik akan tetapi juga mampu menghubungkan transmisi lintas negara-negara di ASEAN,” pungkas Darmawan.

CEO Canada Business Council Goldy Hyder mengatakan bahwa prinsip utama dalam mencapai sebuah target tidak bisa mengabaikan ketahanan energi, prinsip yang berkelanjutan dan juga keterjangkauan. Semua langkah harus dipetakan secara matang dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

Narahubung

Gregorius Adi Trianto

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN

Tlp. 021 7261122

Facs. 021 7227059