Daerah  

Tekan Inflasi, Disdag NTB Gelar Pasar Murah di Lombok Timur

Pasar Murah-Kadisdag NTB
Kepala Disdag NTB (kiri) dan kegiatan pasar murah di Desa Ketangga, Lombok Timur
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Timur – Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Disdag NTB), Jumat (2/2/2024), menggelar Pasar Murah pada rangkaian program Jumat Salam ke-12 di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Pasar Murah yang digelar Disdag bekerjasama dengan Bulog NTB itu, dimaksudkan untuk menekan inflasi di provinsi tersebut.

Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti, A.P., M.Si., dikutif dari media resmi Disdag NTB menyebutkan jika inflasi Provinsi NTB dimulai dari bulan Januari 2023 pada angka 5,83 persen.

“Inflasi yang terjadi di Provinsi NTB ditutup dengan penurunan di bulan Desember 2023 di angka 3,02 persen. Itu artinya kita sudah mampu menjaga tingkat inflasi kita, kalau kita sudah bisa menjaga itu (inflasi, red), berarti kita sudah bisa menjaga kestabilan harga,” ujarnya.

Dikatakan, inflasi pada bulan Desember 2023 dipengaruhi oleh harga tomat, cabai merah besar dan bawang merah. Produk komoditi itulah yang menjadi penyumbang inflasi Provinsi NTB.

“Untuk Pemprov NTB dengan penurunan inflasi yang cukup signifikan selama setahun kemarin, kami bisa menyatakan stabilitas harga bisa terjamin,” katanya.

Dijelaskan, sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, Disdag NTB memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga dan menekan angka inflasi.

“Salah satu caranya adalah dengan mengadakan Pasar murah pada setiap kegiatan Jumat Salam,” ucapnya.

Menurut Kadis Perdagangan NTB, pasar murah menjadi salah satu upaya efektif pengendalian inflasi, serta menjaga ketersediaan pasokan pangan masyarakat.

Alhamdulillah, kegiatan pasar murah di Desa Ketangga hari ini cukup menarik antusias warga. Di pasar murah ini kami menyediakan bahan pokok, diantaranya beras sebanyak 1000 kg dengan harga Rp. 52.000 kemasan 4 kg dan 120 liter minyak goreng dengan harga Rp. 15.000 per liternya,” tandas Nelly.

Sebagai informasi, selain menggelar pasar murah, tim Jumat Salam (Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat), berkesempatan melakukan audiensi dengan perangkat desa terkait Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Diketahui, Desa Ketangga memiliki beberapa UKM binaan yang salah satunya UKM Rengginang Ketan. Kepada pengelola atau pelaku UKM, Disdag NTB mengingatkan kaitannya dengan legalitas, kemasan maupun kualitas produk.

Untuk diketahui, setiap kegiatan Jumat Salam Disdag NTB dengan intens melakukan operasi pasar atau pasar murah. (djr/w-001)

Disdag NTB-1
Kepala Disdag NTB (dua dari kanan) foto bersama tim usai kegiatan pasar murah di Desa Ketangga, Lombok Timur