Daerah  

Proyek Bronjong Kali Pemkot Mataram Libas Tanah Warga

banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Seorang Warga Kota Mataram protes terhadap pelaksanaan proyek pembangunan bronjong di Kali Ancar yang ternyata berimbas pada lahan milik warga.

Protes tersebut dilakukan oleh I Nengah Sumartha yang merupakan pemilik lahan, warga Karang Medain Barat, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

“Saya merasa kecewa karena sekitar 2 meter lahan kami di pinggir Kali tersebut dikikis untuk kebutuhan proyek tersebut, dan panjangnya sekitar kurang lebih 18 meter, “ungkap Pemilik Lahan I Nengah Sumartha dihadapan awak media (01/03/2023).

Kekecewaan tersebut bermula dari adanya pengerjaan proyek bronjong secara tiba-tiba langsung mengikis pohon dan tanah yang ada di lahan tersebut, tanpa adanya pembicaraan dengan dirinya sebagai pemilik lahan.

“Saya sebenarnya tidak repot asalkan sebelumnya ada pembicaraan dengan kami terkait beberapa meter lahan kami yang digunakan untuk proyek tersebut, dan harus kompensasi yang sesuai dengan harga tanah sekarang, atau kalau memang mau di pasang bronjong silakan, tapi jangan mengikis tanah saya,”tegasnya.

Sementara itu I Wayan Sumertha selaku Kepala Lingkungan setempat menyampaikan bahwa, alasan pelaksana proyek Bronjong tersebut, Kenapa beberapa meter lahan warga tersebut di kikis untuk kebutuhan Proyek itu ? Karena bila Bronjong di pasang sesuai jalur tanah di bibir kali, maka terlihat gelembung dan tidak lurus. Disamping itu bila itu dilakukan maka dikhawatirkan ada indikasi penyempitan Kali itu sendiri.

Namun Kata Kaling, memang benar bahwa terkait proyek Bronjong ini tidak pernah ada pembahasan atau pembicaraan khusus dengan pemilik Lahan dalam hal ini beberapa meter Lahan warga bernama I Nengah Sumartha ini.

“Ya kami menyaksikan sendiri bahwa sekitar 2 meter dari kali ke Lahan warga ini sudah dikikis dan panjangnya sekitar belasan meter ke arah barat. Pengikisan tersebut oleh pemilik lahan di protes dan pendistribusian material yang disimpan dilahan warga ini di stop sementara, “bebernya.

Kaling Karang Medain Barat ini mengaharapkan adanya titik temu kesepakatan agar salah satu pihak tidak merasa ada yang dirugikan.

Ditempat terpisah, saat media ini hendak mengkonfirmasi ke Kantor Dinas PUPR Kota Mataram belum bisa mendapat keterangan secara jelas baik dari Kepala Dinas maupun dari bagian yang menangani proyek yang dimaksud.
Melalui Sekretaris PUPR Kota Mataram H. Bachtiar Yulianto ST. MT media ini memperoleh informasi bahwa Kepala Dinas beserta beberapa Kepala bagian sedang tidak bereda di tempat, Kamis (02/03/2023).

“Mohon maaf bapak Kepala PUPR Kota Mataram beserta beberapa stap sedang ada kegiatan di luar daerah, jadi belum bisa menjelaskan terkait kedatangan wartawan pada hari ini, “ungkap Sekdis PUPR Kota Mataram di depan pintu ruang kerjanya sambil berdiri menerima beberapa awak media tanpa dipersilahkan duduk dan masuk kedalam ruangan kantornya.

“Sekali lagi mohon maaf, Kami belum bisa memberikan keterangan terkait tujuan rekan-rekan wartawan ke mari. Insyaallah kami akan sampaikan ke Bapak Kepala, “pungkasnya sambil meninggalkan pintu ruangan untuk bergegas masuk. (des/w-007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *