Daerah  

Lapas Lombok Barat Usulkan Penambahan DPT Pemilu 2024

Kalapas Lobar
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Baray (tengah)
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemulu 2024 mencapai 1.178 dari total 1.676 WBP. Terdapat 508 WBP terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang, sehingga pihsk Lapas mengusulkan penambahan DPT ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat M Fadli, Rabu (7/2/2024), usai acara Media Gatering pejabat struktural bersama awak media, mengatakan jika jumlah DPT Pemilu 2024 di Lapas Lombok Barat masih belum final. Ia menuturkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penambahan DPT.

“Semoga ada penambahan jika 508 orang itu diakomodir,” ucapnya.

Menurut mantan Kalapas Sumbawa itu, ada beberapa alasan sehingga WBP yang tidak terakomodir dalam DPT Pemilu 2024, satu di antaranya keterlambatan mengumpulkan Kartu Keluarga (KK).

“Karena ada juga narapidana yang keluar masuk (berstus, red) tahanan. Itu yang membuat sedikit keterlambatan,” beber Fadli.

Dikatakan, per hari ini jumlah hunian di Lapas Lombok Barat mencapai angka 1.682 WBP.

“Jumlah hunian per hari ini sebanyak 1.682, bebas enam orang, sisa 1.676,” sebutnya.

Sementara terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS), Fadli menyampkan jika di Lapas Kelas IIA Lombok Barat menyiapkan lima TPS khusus WBP.

“Para petugas nanti yang menjadi PPS,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menapikan jika pihak luar diizinkan masuk wilayah Lapas sebagai saksi.

“Nanti kami akan meminta tanda pengenalnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Fadli menyampaikan jika simulasi pemungutan suara, juga tidak atau belum dilaksanakan seperti pada pemilu sebelumnya.

“Meski tanpa simulasi, proses pemungutan suara di Lapas Kelas IIA Lombok Barat insya Allah akan lancar, karena pengalaman sebelumnya lancar-lancar saja,” tandasnya.

Di akhir wawancara Fadli tidak lupa menegaskan kaitannya dengan netralitas petugas Lapas.

“Pimpinan secara rutin mengingatkan agar seluruh petugas tetap menjaga netralitas, apalagi di Lapas sangat sensitif,” tegas Fadli. (djr/w-001)