Daerah  

NTB Pastikan Kesiapan Data Keluarga Miskin Penerima STB Gratis

Plt. Kadis Kominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov. NTB) melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik), memastikan kesiapan data keluarga atau rumah tangga miskin (RTM) yang akan mendapatkan bantuan Set Top Box atau STB gratis.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti, A.P., M.Si., Selasa (7/6/2022) pagi, saat menerima kunjungan silaturrahmi Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB mengatakan, data keluarga miskin calon penerima STB gratis di NTB telah disiapkan.

“Untuk data penerima STB gratis, kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk kemudian tetap dilakukan update secara berkala. Selain itu kami juga punya data keluarga miskin penerima bantuan NTB Gemilang. Data ini akan memperkuat data dari Dinas Sosial,” ungkapnya.

Baca juga: Menkominfo Ajak Seragamkan Data RTM Penerima STB Gratis

Menanggapi hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menteri Kominfo secara virtual, Jumat (3/6/2022), terkait data RTM dalam rangka migrasi TV analog ke TV digital, perempuan kelahiran Lombok Tengah itu menegaskan kalau data yang dibutuhkan telah siap dan valid.

“Kalau terkait data keluarga miskin atau RTM, insya Allah NTB sangat-sangat siap,” tandas Nelly.

Dijelaskan, dalam rakor bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Daerah, Menkominfo menyatakan bahwa  koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan penyelenggara multiplexing (Mux) sangat dibutuhkan, untuk percepatan pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) atau peralihan siaran TV analog ke TV digital.

“Jadi peralihan dari TV analog ke TV digital atau ASO sudah berjalan mulai 30 April lalu, sedangkan untuk empat kabupaten/kota di Pulau Lombok NTB yang semula dijadwalkan pada tanggal tersebut ditunda, dalam arti proses ASOnya tetap berproses secara bertahap,” jelasnya.

Sehingga dalam proses ASO ini, lanjut Nelly, data keluarga miskin (RTM) telah disiapkan dan divalidasi sejak penetapan Undang-Undang Cipta Kerja, yang mengamantkan ASO pada Pasal 60 huruf a.

“Jadi terkait data yang dibutuhkan, kami bersama KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah, red) NTB dan pihak-pihak terkait lainnya terus berkoordinasi. Bahkan, kami sudah mengusulkan ke Pusat agar NTB diberikan kuota lebih,” ucap Nelly.

Untuk diketahui, terkait ketersediaan data penerima STB gratis sangat krusial. Karena itu, Menkominfo Jhonny G. Plate dalam rakor bersama Mendagri meminta dibentuk tim khusus.

“Pak Sekjen Kemendagri, saya harapkan bahwa kalau bisa nanti setelah rapat ini langsung dibentuk timnya dan bisa langsung koordinasi, untuk memasukkan data-data yang nanti bisa diberikan kepada yang menyediakan STB untuk melakukan distribusinya lebih cepat,” kata Menkominfo.

Menteri Johnny menyebutkan, saat ini seluruh perangkat televisi yang dimiliki masyarakat belum sepenuhnya digital. Oleh karena itu pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan perangkat STB, agar perangkat televisi analog atau tabung dapat menerima layanan siaran TV digital.

“STB ini disediakan melalui dua kategori. Kategori yang pertama adalah keluarga yang dikategorikan sebagai televisi nondigital milik masyarakat miskin. Itu disediakan oleh penyelenggara multiplexing yaitu sebelas stasiun siaran televisi,” jelasnya.

Apabila terdapat kekurangan STB bagi masyarakat miskin, maka pemerintah akan membantu penyediaannya.

“Terkait dengan pengadaan dan distribusi STB, dapat saya sampaikan bahwa Pemerintah melalui Kominfo, telah menyediakan satu juta unit STB yang saat ini sedang dilakukan distribusinya, dipasang pada perangkat televisi masyarakat yang belum digital,” ujarnya. (Djr/w-001)

 

#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *