Daerah  

Polresta Mataram Amankan Perang Muslim-Hindu di Lingsar

Kapolresta Mataram (depan tengah) saat memantau Perang Topat di Pura Lingsar
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat – Perang antara umat Hindu dan Muslim di Pura Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/12/2022), mendapat pengamanan ketat aparat keamanan dari Polresta Mataram, yang menerjunkan tim gabungan TNI-Polri dan institusi terkait lainnya.

Pengamanan perang yang melibatkan umat Islam dan umat Hindu Pulau Lombok itu, merupakan rangkaian acara Pujawali (peringatan hari jadi) Pura Lingsar yang biasa disebut dengan “Perang Topat”.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Mustofa, S.I.K., M.H. mengatakan, pengamanan Perang Topat melibatkan ratusan personel gabungan TN-Polri maupun institusi terkait lainnya.

“Untuk memastikan kegiatan ini berlangsung lancar, kami menurunkan 331 personel gabungan. Tugas pengaman ini sudah dilakukan sejak tanggal 4 Desember lalu hingga puncaknya hari ini,” ujarnya.

Kapolresta Mataram menjelaskan, tim gabungan pengamanan ditekankan agar mengajak seluruh masyarakat, untuk tetap menjaga kondusifitas di wilayah.

“Bila ada hal-hal yang kiranya akan mengganggu ketentraman masyarakat, agar segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa ataupun kepada pos-pos penjagaan terdekat,” katanya.

Adapun personel yang diterjunkan dalam pengamanan Perang Topat yakni 115 personel dari Polresta Mataram, 21 personel TNI, 62 personel Brimobda Polda NTB, 45 personel Dalmas Polda NTB, 17 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Mataram dan 13 personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram.

Sebelumnya, dalam apel persiapan pengamanan Kombes Mustofa menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan hingga acara benar-benar selesai, mengingat adanya beberapa permasalahan yang terjadi dilokasi jauh sebelum pelaksanaan. Mustofa juga mengingatkan agar dilakukan penyisiran sekitar area Pura Lingsar, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mungkin ada batu dan benda yang dapat membahayakan di sekitar lokasi Perang Topat, tolong dibersihkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

“Linmas tolong bantu, mungkin ada yang mabuk oleh pengaruh minuman keras, untuk segera dilaporkan ke kami, agar tidak muncul permasalahan,” imbuh Mustofa. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *