Daerah  

Kemenparekraf Serahkan 300 Sertifikan Indonesia Care di Mandalika

Pemilik Sarhunta foto bersama usai menerima Sertifikat Indonesia Care dari Kemenparekraf RI (Foto: Yiq/w-015)
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Sebanyak 300 Sertifikat Indonesia Care, Jumat (11/3/2022), diserahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, kepada pemilik dan atau pengelola sarana hunian pariwisata (Sarhunta) di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang menyerahkan secara virtual via zoom meeting mengatakan, sertifikat Indonesia care yang telah lama ditunggu akhirnya dapat diterima 300 pengelola Sarhunta, sehingga even MotoGP Mandalika 2022 dapat membawa berkah dan peluang usaha.

“Setelah kami melakukan survei ke Sarhunta di Kawasan Mandalika, kini semua sudah siap menyambut kedatangan para tamu,” kata Sandi.

Menparekraf yang akrab dengan sapaan Mas Menteri itu, mengaku optimistis bahwa pariwisata dan ekonomi masyarakat khususnya NTB, dapat bangkit dan pulih kembali setelah dilanda pandemi Covid-19.

“Dengan mengantongi sertifikat, akan menjadi semangat bagi para pengelola Sarhunta, untuk terus menerapkan prinsip dasar kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimana produk yang disajikan para pengelola Sarhunta, sudah sangat baik dan memenuhi standar yang telah ditentukan,” tuturnya.

Ia berharap, pengelola Sarhunta mampu mempromosikan produknya kepada para tamu dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes), demi kenyamanan para pengunjung yang datang ke Mandalika.

“Kami harap prinsip dasar seperti kebersihan, kelestarian dan penerapan protokol kesehatan, tidak hanya diterapkan saat even MotoGP saja, melainkan setiap harinya,” pesannya.

Sementara Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri mengapresiasi langkah yang diambil Kemenparekraf, dalam membantu masyarakat khususnya warga Dusun Mong 1 Desa Kuta Kecamatan Pujut dan NTB pada umumnya.

“Dengan adanya pemberian Sertifikat Indonesia Care kepada pemilik Sahrunta, khususnya di empat desa yang ada di Lombok Tengah ini, paling tidak membuat nilai jual Sahrunta akan semakin baik dan tinggi,” kata Pathul.

Lebih lanjut Pathul mengatakan, untuk mendapatkan sertifikat Sahrunta harus mengikuti beberapa tahapan dan aturan main.

“Di antarnya kenyamanan, kebersihan, prokes Covid-19 dan kenyamanan,” pungkasnya. (Yiq/w-015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *