Daerah  

57 Peserta Mapenaling Lapas Lombok Barat Diberi Pembekalan

Kepala KPLP Syarifuddin saat memberikan pengarahan kepada peserta Mapenaling
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat – Sebanyak 57 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, Rabu (14/6/2023) pagi, menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling), dari Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). Mapenaling itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman terkait tata tertib, hak dan kewajiban.

Kepala Lapas Lombok Barat melalui Kepala KPLP Syarifuddin Hazri, dalam arahannya menekankan agar para peserta mengikuti Mapenaling dengan baik.

“Simak dan ikuti Mapendaling ini dengan sebaik-baiknya, karena materi Mapenaling ini berkaitan erat dengan kondusifitas lapas, yang juga berdampak terhadap keberadaan saudara di sini,” ungkapnya.

Kepala KPLP sapaan akrab Syarif itu juga menegaskan, jika kepatuhan WBP dalam melaksanakan peraturan akan berdampak terhadap kondusifitas di dalam lapas, bahkan juga berdampak terhadap apresiasi.

“Patuhi semua aturan yang berlaku, laksanakan kewajiban, hormati petugas dan ikuti seluruh pembinaan dengan baik,” tandas Syarif.

Dalam kesempatan Mapenaling itu, Syarif juga menjelaskan jika pelayanan di Lapas Lombok Barat, disediakan secara gratis tanpa ada biaya tambahan. Lebih-lebih Lapas Lombok Barat telang mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Harap diingat bahwa semua pelayanan di sini adalah gratis, tidak ada pungutan biaya, kami menjamin hal tersebut,” tegasnya.

Syarif juga tidak lupa memberikan motivasi kepada para WBP peserta Mapenailing, agar mengambil hikmah dari keberadaan WBP saat ini.

“Kalian harus bersyukur, ini adalah ujian dari Tuhan agar kalian kembali ke jalan yang benar,” ucapnya.

Ditemui usai memberikan pengarahan, Syarif menyampaikan jika Lapas yang saat ini telah resmi berganti nama, dari Lapas Kelas IIA Mataram menjadi Lapas Kelas IIA Lombok Barat, dihuni tidak kurang dari 1000 WBP.

“Dengan penghuni yang cukup banyak itu, maka tingkat kunjungan juga kian tinggi, tercatat tidak kurang dari 50 kunjungan per hari, terutama mulai pukul 10.00 Wita hingga waktu kunjungan berakhir,” tuturnya.

“Walau demikian, kami terus berusaha maksimal menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (djr/w-001)