Daerah  

2371 Napi di NTB dapat Remisi HUT RI Ke-78, 12 orang Langsung Bebas

Foto bersama Forkopimda NTB dan Lombok Barat usai penyerahan remisi secara simbolis kepada perwakilan napi dan WBP
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat  – Suasana hangat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-78, dirayakan dengan luar biasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 2371 narapidana (napi) dan anak binaan mendapatkan remisi, bahkan 12 di antaranya langsung bebas.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB Romy Yudianto, Kamis (17/8/2023), mengungkapkan jika dalam momen bersejarah tersebut, lebih dari 2.300 narapidana dan anak binaan se-NTB mendapatkan Remisi Umum.

“Pemberian remisi ini didasarkan pada Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta aturan pemberian remisi yang berlaku. Ini sejalan dengan semangat kemerdekaan yang senantiasa dijunjung tinggi,” ungkapnya.

Kapasitas Terlampaui: Tantangan Sistem Pemasyarakatan

Dalam laporan Romy, terungkap jika jumlah warga binaan saat ini melampaui kapasitas ideal lapas dan rutan di wilayah NTB.

“Kapasitas lapas dan rutan hanya mampu menampung 2494 orang, sedangkan jumlah warga binaan mencapai 3905 orang. Overkapasitas mencapai 35 persen,” jelas Romy.

Situasi ini memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi sistem pemasyarakatan, dengan kasus narkoba dan tindak pidana korupsi (tipikor) menjadi perhatian utama.

Bebas dengan Remisi: Sebuah Harapan Baru

Rangkaian remisi umum kali ini memberikan kesempatan baru bagi narapidana dan anak binaan. Dari total 2371 orang yang mendapatkan remisi, mayoritas mendapatkan pemotongan masa tahanan antara 1 hingga 6 bulan. Romy pun merinci jumlah narapidana yang mendapatkan remisi dari setiap lembaga pemasyarakatan, mencakup Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Lapas Kelas IIB Dompu, Lapas Kelas IIB Selong dan lembaga lainnya.

“Sebanyak 12 narapidana dan anak binaan dari NTB, akan menapaki jalan kebebasan berkat Remisi Umum ini,” ujar Romy.

“Ini adalah tindakan konkret untuk memberikan kesempatan kedua kepada mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu,” imbuhnya.

Dalam suka cita menyambut Hari Kemerdekaan yang agung ini, pemberian remisi tahun 2023 telah menunjukkan tekad positif dalam menjalankan sistem pemasyarakatan yang adil dan manusiawi.

“Semoga langkah-langkah ini terus mewarnai perjalanan NTB, menuju masa depan yang lebih baik yakni terwujudnya NTB Gemilang,” ucap Romy. (djr/w-001)