Daerah  

Ratusan WBP Lapas Pimpinan Ketut “Sakera” Akbar dapat Remisi pada HUT RI Ke-78

Sakera-Lapas
Dengan busana Sakera, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat mengajak para WBP meneriakkan yel-yel
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat – Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Kamis (17/8/2023), sebanyak 2371 narapidana dan anak binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) se-Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat pengurangan masa tahanan (remisi).

Di antara ribuan orang yang mendapat remisi pada HUT RI ke-78 itu, termasuk 866 warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat pimpinan Ketut Akbar Herry Achjar, yang saat pemberian remisi dengan bangga mengenakan pakaian kebesaran Sakera suku Madura.

Dalam balutan busana hitam dengan kaos daleman bergaris merah-putih, pria kelahiran Blambangan, Banyuwangi itu mengatakan jika pemberian Remisi Umum Tahun 2023 diberikan kepada 866 WBP. Jumlah tersebut terdiri dari 362 narapidana pidana umum dan 503 narapidana pidana khusus, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012.

“Besaran remisi diberikan dalam berbagai rentang waktu. Ada 118 narapidana yang mendapatkan remisi selama satu bulan, 96 narapidana untuk dua bulan, 87 narapidana untuk tiga bulan, 31 narapidana untuk empat bulan, 23 narapidana untuk lima bulan dan delaoan narapidana untuk rentang enam bulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akbar mengatakan, remisi juga diberikan kepada narapidana kategori pidana khusus.

“Dengan rincian remisi untuk PP99 yaitu 32 narapidana selama satu bulan, 84 narapidana untuk dua bulan, 207 narapidana untuk tiga bulan, 168 narapidana untuk empat bulan, 11 narapidana untuk lima bulan dan satu narapidana untuk rentang enam bulan,” sebut Akbar.

Selain itu, tuturnya, terdapat 24 narapidana kasus korupsi serta 479 narapidana kasus narkotika yang juga mendapatkan remisi.

“Jadi, total narapidana yang mendapatkan remisi mencapai 866 orang,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Akbar juga membeberkan data isi Lapas Kelas IIA Lombok Barat, dimana saat ini mencapai 1522 orang terdiri dari 443 tahanan dan 1079 narapidana.

Data juga mengungkapkan jika jenis kasus narapidana cukup beragam, dengan 68 orang terlibat dalam kasus korupsi, 840 orang dalam kasus narkotika, 121 orang dalam kasus perlindungan anak dan 235 orang dalam kasus pencurian.

Dengan pemberian remisi ini, Lapas Kelas IIA Lombok Barat di bawah kepemimpinan Ketut “Sakera” Akbar, turut berkontribusi dalam semangat peringatan HUT RI ke-78 dengan memberikan kesempatan kedua bagi narapidana untuk memperbaiki diri. (des/w-007)