Daerah  

Telisik Kehidupan Keluarga “GG” Pelapor Kasus ITE (Part 1)

GM dan OHM Bidari Hotel & Lounge Mataram usai menuturkan realita keluarga GG pelapor kasus ITE
banner 120x600

Wordly.id|NTB – Kasus pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait postingan di akun facebook (fb) pribadi, yang dilaporkan owner Bidari Hotel & Lounge I Gede Gunanta alias GG, dan mendudukkan terdakwa Ida Made Santi Adnya di kursi pesakitan terus berproses di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Lantas bagaimana fakta kehidupan keluarga GG yang sebenarnya? Berikut hasil telisik awak media.

Operasional Hotel Manager (OHM) Bidari I Wayan Sridana ditemui awak media di sela aktifitasnya, Senin (17/10/2022), mengungkapkan kesan positif terhadap kepribadian GG.

“Terus terang Pak Gede (sapaan akrab pegawai Hotel Bidari kepada GG, red) adalah sosok yang patut dicontoh. Setahu saya, jangankan untuk urusan keluarga, kepada kami yang bekerja di Bidari saja beliau sangat-sangat peduli,” ungkap sapaan Wayan memulai penuturannya.

Pria yang telah lebih 10 tahun, jauh hari sebelum Pandemi Covid-19 bekerja di Bidari Hotel itu menuturkan, dirinya tidak tahu menahu atau tidak ikut campur dalam urusan keluarga GG dengan mantan istrinya. Yang ia tahu bahwa GG tidak pernah mengabaikan tanggung jawabnya selaku orang tua bagi putra-putrinya.

“Beliau sangat respon terhadap semua kebutuhan anak-anaknya mulai soal pendidikan, kebutuhan sehari-hari hingga masa depan dua putri dan satu putranya. Bahkan rumah yang ditempati mantan istri bersama tiga anaknya, masih menjadi tanggungan atau dicicil sama Pak Gede,” katanya.

Menurut Wayan, untuk kebutuhan makan seluruh keluarga sehari-hari  putra-putrinya yang tinggal bersama ibunya (mantan istri), GG telah memberikan arahan dan instruksi kepada manajemen Hotel Bidari untuk mempersiapkan.

“Kebetulan kan rumah tempat tinggal Ibu (mantan istri GG, red) di samping hotel dan memang ada akses ke dapur ( dapur hotel dan rumah satu red), jadi setiap hari  anak-anak beliau langsung ke  hotel untuk urusan makan-minum dan lain-lain. Kalau masalah uang bulanan selain ditransfer langsung sama Pak Gede melalui rekening anak-anak, kami pihak manajemen juga sudah diperintahkan untuk hal itu,” ujarnya.

“Uang bulanan untuk putra-putri beliau pihak hotel mengeluarkan per bulannya, masing-masing dalam jumlah yang  saya bisa pastikan lebih dari cukup. Di administrasi hotel itu masuk ke Owner Relations,” imbuh Wayan.

Selain itu, Wayan menjelaskan bahwa GG menyiapkan usaha berupa cafe masing- masing bagi putri dan putranya.

Dari fenomena tersebut, Wayan berpendapat bahwa itu merupakan suatu bentuk tanggung jawab GG sebagai kepala keluarga.

“Sulit lho nyari sosok seperti Pak Gede,” ucapnya.

Lebih lanjut Wayan menuturkan, kepedulian GG khususnya kepada karyawan atau pekerja di Bidari Hotel selama pandemi Covid-19 tidak dapat diragukan. Pasalnya, pandemi Covid-19 menjadikan seluruh sendi kehidupan masyarakat termasuk Bidari Hotel terpuruk bahkan banyak hotel bangkrut.

“Tapi kami di sini tidak terlalu dibikin galau oleh Pak Gede, tak satupun karyawan yang dirumahkan, cuma gaji saja yang biasanya dibayarkan full kami terima dengan dicicil dua kali, tapi kami maklum itu karena kondisi pandemi,” tandasnya.

Menurutnya, tidak jarang dana pribadi di luar penghasilan hotel digunakan untuk menutupi kewajiban hotel.

“Bahkan, LC (leadis club, red) yang saat itu tidak ada tamu, tidak serta merta dibiarkan terlantar, tapi mereka oleh Pak Gede difasilitasi tinggal dan makan-minum di hotel,” tandas Wayan.

Hal senada juga diungkapkan General Manajer (GM) Bidari Hotel & Lounge Suhaedi yang mengatakan, GG sosok pimpinan yang baik dan patut ditiru.

“Beliau sangat dekat dengan semua karyawan. Bahkan saat pandemi Covid-19 sedang merajalela, semua karyawan diayomi dengan baik sama beliau, bisa ditanyakan sama teman-teman karyawan yang lain juga bila perlu sama tukang parkir di depan,” sebut Edi.

“Itu yang membuat kami terkesan dan betah bekerja di sini,” lanjutnya.

Terkait pengeluaran hotel khusus untuk keluarga GG, Edi juga membenarkan apa yang disampaikan Wayan.

“Kalau bulanan untuk keluarga  Pak Gede memang benar seperti yang disampaikan Pak Wayan tadi, kebetulan juga Pak Wayan Bagian Keuangan, dia yang lebih tahu,” ujarnya membenarkan.

“Yang pasti beliau sangat peduli dengan putra-putrinya,” tutupnya.

Sedangkan terkait kasus perpisahan  GG dengan mantan istrinya, tak satupun yang bersedia berkomentar. Mereka mengatakan “Saya tidak tahu karena Bapak (GG, red) tidak pernah membahas dan menceritakannya pada saya”.

Demikian sekilas kehidupan keluarga GG, pelapor kasus ITE yang hingga berita ini diterbitkan telah sampai pada sidang keenam dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Mataram. Untuk dapat mengetahuinya lebih detil, tunggu berita “Telisik Kehidupan Keluarga “GG” Pelapor Kasus ITE (Part 2). (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *