Daerah  

Pemerintah kecamatan Serang Baru akan menindak tegas oknum yang melindungi tempat tempat penjual obat obatan terlarang

banner 120x600

wordly.id Jawa Barat Bekasi, Pemerintah Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mengingat kepada seluruh aparatur dan perangkat desa di wilayah serang baru, untuk melaporkan kepada instansi yang berwenang apabila ada toko obat yang disinyalir menjual tramadol atau Obat-obatan terlarang.

“Di Rapat Minggon kecamatan sering kita sampaikan ke semua perangkat desa, aparatur desa agar kita waspada karena yang tahu persis adalah RT RW setempat,” kata Deni kepada wartawan, Selasa (18/6/2024).

Selian itu, Deni mengaku sudah menugaskan Kasi Trantib Kecamatan Serang Baru untuk melaksanakan monitoring ke lapang terkait dengan maraknya toko-toko yang disinyalir menjual obat terlarang semacam tramadol.

“Kita sudah tugaskan kasi trantib agar apabila ditemukan toko yang terindikasi menjual obat tersumbat (tramadol) agar di tegur. Karena kalau untuk menutup dan menyegel bukan kewenangan kita (kecamatan),” ujarnya.

“Kita melakukan teguran terhadap penjual obat yang disinyalir menjual terlarang ini berdasarkan laporan masyarakat,” sambung dia.

Deni menyebut, dari hasil monitoring kasi trantib beberapa pekan lalu ada 3 sampai 4 toko di wilayah kecamatan serang baru yang disinyalir menjual obat-obat terlarang (tramadol).

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) yang disinyalir merupakan oknum preman yang diduga membekingi toko kosmetik yang menjual obat terlarang di Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mengamuk melampiaskan emosinya kepada seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bekasi.

Alhasil, petugas Satpol-PP itu mengalami luka lebam usai di hantam oleh oknum preman yang diketahui tidak terima buntut toko kosmetik yang di bekingnya itu di geruduk oleh sejumlah warga yang resah akan keberadaannya tersebut.

Kejadian itu berawal usai petugas Satpol-PP itu mendapatkan laporan informasi dari warga yang resah akan keberadaan toko kosmetik yang menjual obat terlarang itu beroperasi di wilayah Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Lebih itu, dengan adanya keberadaan toko obat tersebut membuat kalangan orang tua khawatir lantaran sudah memakan korban kepada anak-anak nya yang telah mengkonsumsi obat terlarang sehingga menyebabkan ketergantungan bahkan mengalami depresi hingga mengamuk kepada orang tua nya sendiri.

“Pada hari senen jam 13:00 saya mendapatkan laporan dari warga, bahwa anaknya atas nama Andre ngamuk-ngamuk akibat ketergantungan obat terlarang yang dijual oleh toko berkedok kosmetik itu,” kata Fadlun seorang petugas Satpol-PP yang menjadi korban amukan oknum preman di lokasi toko kosmetik yang menjual obat terlarang di Desa Sukaragam pada Senin (10/06).

Atas adanya informasi tersebut, Fadlun mengaku langsung bergegas menghubungi petugas keamanan setempat diantaranya untuk melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Babinsa dan Bimaspol Desa Sukaragam.

Setelah melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Babinsa dan Bimaspol setempat, petugas Satpol-PP itu diutus untuk melakukan pengecekan terhadap lokasi yang diduga sebagai tempat toko obat terlarang dimaksud.

“Setelah saya mendapatkan informasi dari orang tua dari anaknya itu, saya langsung melaporkan kepada Babinsa Bimaspol Desa Sukaragam, lalu saya di perintah oleh Bimaspol untuk mengecek lokasi, karena akan di cek oleh Babinsa dan Bimaspol,” kata Fadlun.

Alhasil setelah dilakukan pengecekan, seorang oknum preman yang diduga membekingi toko obat terlarang itu menginformasikan kepada sang pemilik warung untuk melarikan diri.

Mengetahui pemilik toko obat itu hendak melarikan diri, Fadlun mengatakan pihaknya mencoba menahan pemilik warung tersebut untuk tidak kabur.

Sebab Babinsa dan Bimaspol serta aparatur Desa Sukaragam hendak menggeruduk toko obat terlarang tersebut.

“Yang punya toko di perintah untuk kabur oleh preman itu, lalu saya coba untuk menahan pemilik toko itu kabur, karena lokasi tempat jual-beli obat terlarang itu akan di cek oleh Babinsa dan Bimaspol serta aparat Pemerintah Desa Sukaragam,” kata dia.

Setelah itu, diduga seseorang oknum preman itu yang disinyalir membekingi toko obat terlarang itu merasa tidak terima atas tindakan Fadlun selaku petugas Satpol-PP yang melakukan pengawasan terhadap warung kelontong yang diduga menjual obat terlarang.

“Setelah itu, oknum preman yang tidak terima langsung lah memukul dan mengamuk membabi buta kepada saya sehingga terjadilah pemukulan oleh preman itu kepada saya tepatnya pada pukul 13:20,” kata dia.

Tidak terima atas perbuatan oknum preman itu, petugas Satpol-PP itu melaporkan kejadian itu ke kantor kepolisian setempat.

“Sunardi Lintang”