Daerah  

Ponpes Rehabilitasi Narkoba Al-Alif Lampura Bangkit Kembali bersama GANNA

Pimpinan Ponpes Rehabilitasi Al-Alif Lampura
banner 120x600

Wordly.id|Lampung – Setelah sempat mati suri sejak tahun 2007 silam, Pondok Pesantren (Ponpes) Rehabilitasi Al-Alif Shiddiqiyah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kembali menjalankan aktivitasnya melakukan rehabilitasi terhadap para mantan pecandu narkoba. Bangkitnya Ponpes Rehabilitasi Narkoba Al-Alif itu diperkuat dengan berdirinya Yayasan GANNA.

Pendiri Ponpes Rehabiliasi Narkoba Al-Alif Bendoro Raden Mas Dimas Bayu Amartha mengungkapkan, Ponpes Rehabilitasi Al-Alif yang berdiri sejak tahun 2001 dan telah menjalankan terapi terhadap ribuan pecandu narkoba.

“Namun pondok pesantren ini sudah lama tidak beroperasi yakni dari tahun 2007, dikarenakan saya sering berpergian ke luar kota dan tidak ada satupun yang dapat mengurus. Jadi dengan terpaksa difakumkan (dihentikan, red) sementara waktu,” ungkapnya, Kamis (20/10/2022).

Dimas yang juga Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) itu menuturkan, pecandu narkoba yang menjalani terapi di Ponpes Rehabilitasi Al-Alif berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Kabupaten Lampura.

“Selain dari Lampung Utara, ada juga yang dari Palembang, Jakarta dan Bengkulu. Bahkan dari Jogja dan Brunai Darussalam serta Malaysia,” tuturnya.

Dikatakan bahwa dalam menjalankan terapi bagi para pecandu narkoba, pihaknya tidak pernah memungut biaya alias GRATIS.

“99 persen mereka yang menjalani terapi sudah kembali berbaur ke masyarakat, ada yang buka usaha dan ada yang jualan, nggak keliatan kalau mereka bekas pecandu narkoba” ujar Dimas.

Lebih lanjut Dimas menyampaikan, selain pembukaan kembali Ponpes Rehabilitasi Narkoba Al-Alif, pihaknya juga telah menginisiasi pendirian Yayasan GANNA sebagai penguatan Al-Alif.

“Ini untuk mendorong para pengiat anti narkoba dalam menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari bahaya narkoba, lebih mantab lagi karena kita juga bersinergi dengan BNN (Badan Narkotika Nasional, red),” katanya. (SL/w-008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *