Daerah  

Tinggalkan FKUB, Made Diata Jadi Advokasi Majelis Agung Windu

Made Diata (rompi kuning) dalam suatu kegiatan
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Setelah mengakhiri pengabdiannya di Forum Komunikasi Umat Beragama atau FKUB Kabupaten Lombok Barat, salah satu publik figur umat Hindu Lombok Barat I Made Diata, S.H.m M.M., tetap eksis mengabdikan diri unuk kepentingan umat Hindu melalui Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat Lombok.

Ditemui awak media di sela kegiatannya selaku Ketua Advokasi Majelis Agung Windu, Jumat (25/3/2022) siang, pria sapaan Made Diata itu mengungkapkan bahwa dirinya ingin lebih konsen dan atau fokus di Majelis Agung Windu.

“Amanat yang dilimpahkan di Majelis Agung oleh Penglingsir Puri Agung Cakranegara kepada saya, cukup berat dan membutuhkan energi yang lumayan juga. Itulah sehingga saya memutuskan untuk berkiprah melayani umat Hindu ,melalui Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat Lombok,” tuturnya.

Diketahui, pengusaha hasil pertanian kelahiran Gerung tahun 1972 itu juga merupakan Ketua DPC Prajaniti Hindu Indonesia, selama berkiprah di FKUB Lombok Barat Made Diata berkeinginan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Yudha Bhakti Prajaniti Lombok Barat.

“Satgas Yudha Bhakti itu rencananya sebagai wadah untuk memudahkan koordinasi, dalam menjaga keMadewibawaan umat dengan bersinergi lintas agama, untuk menjaga kewibawaan dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red),” ungkapnya.

Sementara tugas yang diemban Made Diata selaku Ketua Advokasi Majelis Agung Windu, saat ini telah menyelesaikan inventarisasi aset (pelabe) Pura Lingsar, yang menurutnya aset-aset Pura Lingsar saat ini dikuasai dan atau dinikmati hasilnya oleh segelintir orang.

“Kami Majelis Agung ingin agar semua aset atau pelabe Pura Lingsar, bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebutuhan pura dan umat Hindu, bukan dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang yang mengatasnamakan pengurus pure,” tegasnya.

“Penuh resiko, iya, tapi saya sudah berkomitmen apapun resikonya, saya sudah mendedikasikan diri saya untuk menyelamatkan aset-aset itu untuk kepentingan pura dan umat Hindu,” tandas Diata.

Karena itu, lanjut Made Diata, ketidakadaannya di FKUB Lombok Barat bukan tanpa alasan, tapi lebih kepada pengabdian untuk umat Hindu Lombok Barat dan NTB. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *