Sunardi idul Adha Adalah Hari Raya Penyempurnaan Agama

banner 120x600

wordly.id Jawa Barat  Bekasi    Ketika Baginda Agung Rasulullah Saw Wuquf di padang Arafah bertepatan dengan hari raya umat Yahudi dan Nasrani.

Pada saat itulah tibanya wahyu terakhir kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Saw “pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku untukmu, dan telah Kuridhai Islam (penyerahan diri) menjadi agama untukmu. (QS:5:3)

 

Menarik sekali untuk dipahami dan dihayati berkaitan dengan wahyu terakhir yang turun pada saat umat islam merayakan IDUL ADHA.

Misalnya, arti dari “AKMALTU”yang diterjemahkan dengan “Kusempurnakan”dan “ATMAMTU”yang diterjemahkan dengan “Kucukupkan ”

Saya tidak tahu persis apa perbedaan kata tersebut dalam bahasa Indonesia. Tetapi Al-Quran menggunakan keduanya untuk makna yang sama tapi tidak serupa. Akmaltu diartikan dengan menghimpun banyak hal yang kesemuanya sempurna dalam satu wadah yang utuh.sedangkan ATMAMTU diartikan dengan menghimpun banyak hal yang blm sempurna sehingga menjadi sempurna.

 

Agama disempurnakan, sedangkan Nikmat dicukupkan seperti halnya dalam bahasa terjemahan diatas. Ini berarti bahwa petunjuk-petunjuk agama yang beraneka ragam itu kesemuanya masing-masing telah sempurna.

Jangan menduga petunjuk sholat, zakat, Nikah,jual beli dan sebagainya yang disampaikan oleh Al-Quran masih mempunyai kekurangan-kekurangan.

Semua telah sempurna dan dihimpun dalam satu wadah yaitu Din atau yang dinamai dengan agama Islam.

 

Nikmat telah dicukupkan.memang banyak Nikmat Tuhan Misalnya kesehatan, kekayaan, pengetahuan, keturunan, dan sebagainya. Tetapi jangan menduga bahwa masing-masing telah sempurna.

Kesemuanya ini walaupun digabungkan masih akan kurang.

Baru sempurna apabila ia dihimpun bersama dengan apa yang turun dari langit berupa petunjuk-petunjuk Ilahi.

Petunjuk-petunjuk itulah ketika digabungkan dengan anugerah-anugerah semacam kesehatan, kekayaan dan sebagainya yang menjadikan Nikmat-nikmat yang sempurna.

Bila Anda memperoleh kekayaan tanpa agama, maka betapapun banyaknya ia tetap kurang, demikian pula yang lain.

 

DIN (agama) dan DAIN (utang) adalah dua kata dari akar yang sama, yang mempunyai kaitan makna yang sangat erat. Beragama berarti usaha mensyukuri anugerah-anugerah Tuhan Dengan kata lain, membayar “Utang “dan Budi baik Tuhan kepada kita. Sayang kita tak mampu Membayar tuntas dan sempurna karena terlalu banyaknya anugerah tersebut, sampai-sampai kita tak dapat lagi menghitungnya.Maka untuk menampakkan Itikad baik kita kepada-Nya kita datang menghadap dan menyerahkan segala apa yang kita miliki sambil berkata “Ya Allah aku tak mampu membayar utangku karenanya aku datang menyerahkan wajahku kepada-Mu, ASLAMTU WAJHI ILAIKA. Inilah Islam dalam arti penyerahan diri kepada Allah SWT.

 

Syukurlah Allah menerima pembayaran yang demikian, dan dinyatakan secara resmi penerimaan tersebut pada wahyu terakhir itu:Telah Kuridhai Kuterima dengan puas dan senang. ISLAM Penyerahan dirimu sebagai agama pembayaran utang” tutup Ustadz Bram Azhar

Sunardi lintang