Daerah  

Telisik Kehidupan Keluarga “GG” Pelapor Kasus ITE (Part 2)

Bakar, tukang parkir pangkalan depan Bidari Hotel Mataram milik GG
banner 120x600

Wordly.id|NTB – Kasus pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilaporkan owner Bidari Hotel & Lounge I Gede Gunanta alias GG, mendudukkan terdakwa Ida Made Santi Adnya di kursi pesakitan oleh karena postingan di akun facebook (fb) pribadi, terus berproses di Pengadilan Negeri (PN) Mataram yang akan menggelar sidang ketujuh, Kamis (27/10/2022). Lantas bagaimana fakta kehidupan keluarga GG yang sebenarnya? Berikut hasil telisik awak media.

“Dia orangnya baik, saya dulu sering ngobrol sambil duduk-duduk sama dia di depan (hotel, red) sini, sampai-sampai orang bilang kok bisa ngomong-ngomong sama bos (GG, red), tapi sekarang sudah jarang dan jadi agak pemarah,” kata Bakar, Selasa (25/10/2022) malam, tukang parkir yang mangkal di depan Bidari Hotel & Lounge Mataram memulai penuturannya.

Baca Juga: Telisik Kehidupan Keluarga “GG” Pelapor Kasus ITE (Part 1)

Menurut pria asal Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat itu, perubahan sikap GG yang semula bersahaja kepada siapa saja itu, berawal sejak berpisah dengan sang mantan istri yang juga menjadi salah satu owner Bidari Hotel & Lounge.

“Mungkin itu yang menjadi salah satu penyebab dia jadi suka marah, terlalu banyak yang dipikirkan termasuk dengar-dengar sekarang lagi menghadapi sidang entah apa saya nggak tahu,” ujarnya.

“Saya bahkan pernah sama petugas hotel ini dilarang markir di depan sini, katanya tidak dibolehkan sama bos ((GG, red)-nya,” imbuh Bakar.

Bakar yang telah belasan tahun membuka lapak parkir di depan Bidari Hotel & Lounge itu menuturkan, semasa GG bersama mantan istrinya belum berpisah pengunjung hotel sangat ramai, tapi setelah mereka berpisah pengunjung menurun dan agak sepi.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi kenyataannya begitu. Kalau dulu pendapatan dari parkir lumayan, tapi sekarang rata-rata 50 sampai 75 ribu,” keluhnya.

Menelisik lebih dalam kehidupan keluarga GG, Bakar menyebutkan bahwa keluarga GG adalah orang-orang baik.

“Bapak sama ibu (mantan istri GG, red) juga anak-anaknya semua orang baik dan saya dulu sering bertegur sapa, dulu setiap mau Idul Fitri saya dipanggil. Seperti yang saya bilang tadi, semua berubah sejak mereka berpisah,” ungkap Bakar.

“Sekarang saja dia (GG, red) pakaiannya style dan necis, kalau dulu siapa yang sangka kalau dia itu bos, suka pakai sarung dan celana pendek,” selorohnya.

Dikonfirmasi terkait kasus perpisahan GG dengan mantan istrinya, pemilik nama lengkap Abu Bakar itu tidak dapat memberikan komentar apapun, dirinya hanya berharap kondisi hotel segera membaik, sehingga dirinya yang hanya tukang parkir bisa mendapatkan keuntungan seperti dulu.

“Semoga kembali seperti dulu lagi. Yang jelas mereka (keluarga GG, red) orang-orang baik,” tutup Bakar.

Demikian sekilas kehidupan keluarga GG, pelapor kasus ITE yang hingga berita ini diterbitkan proses hukum di PN Mataram akan digelar sidang ketujuh, masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang iajukan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Untuk dapat mengetahuinya lebih detil lagi kehidupan keluarga GG, tunggu “Telisik Kehidupan Keluarga “GG” Pelapor Kasus ITE selanjutnya. (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *