JML terduga merenggut kehormatan anak dibawah umur tetangganya sendiri masih bebas berkeliaran

banner 120x600

wordly.id-Jawa Barat Yang tak habis pikir perbuatan JML gayung bersambut oleh aparat desa di Kec Perbaungan Kab Serdang Bedagai ( Sergai ) provinsi Sumut.

Indikasi persokongkolan kasus pelecehan cukup kuat, pasalnya kasus pecehan seksual diganti menjadi kesalahpahaan, ini dibuktikan dalam surat perdamaian yang ditanda tangani pelaku, korban, saksi salah satunya Kadus.

Pelaku, para saksi diantaranya Kadus III, Bhabinkantibmas termasuk Kepala Desa menandatangani surat perdamaian bermeterai dan distempel Kades seolah menghalalkan kekerasan, pelecehan dan kebiadaban terhadap anak dibawah umur di desa tersebut.

Terkait perdamaian pelecehan dimaksud menjadi sorotan banyak media bahkan mengundang keprihatinan.

Kasus ini menyita perhatian Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Persatuan Wartawan Republik Indonesia Sumatera Utara (OKK PWRI Sumut) S. Marpaung, beliau mengecam tindakan aparat desa dan Bhabinkantibmas yang tak punya nurani mengganti kasus pelecehan menjadi kesalahpahaman.

Kepada awak media ini ( 25/01 ) beliau mengatakan, saya percaya, pelaku, para saksi, kepala desa Prayetno Atmojo, Bhabinkantibmas Aiptu AM, kadus III ES memiliki anak, pertanyaannya bagaimana kalau hal itu terjadi kepada anaknya, ujar Marpaung sapaan akrabnya.

Apakah hati orangtuanya tidak hancur, kehormatan buah hatinya dirusak menjadi korban kebiadaban tetangga sendiri, sedianya inilah yang ada dihati pelaku dan aparat desa, tandas Ketua OKK PWRI S Marpaung.

Kasus ini terjadi kepada anak dibawah umur, saat ini kasusnya telah ditangani Polres Sergai, diharapkan kepada Polres Sergai segera menangkap pelaku dan lainnya yang terlibat tanpa pilih bulu, sebutnya.

Dan diminta menjerat pelaku dengan pasal 81 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yakni setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D pidana perjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 M, pinta Marpaung.

PWRI akan mengawal kasus ini, sekali lagi diminta kepada Polres Sergai segera tangkap pelaku, harap Marpaung.

(sunardi lintang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *