Daerah  

Warga Belanda Terjaring Opsgap Timpora di Lombok Tengah

Opsgap Timpora
WNA asal Belanda (kiri) yang terjaring Opsgap Timpora di Lombok Tengah
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Kantor Wilayah Kemenkumham NTB melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Kamis (26/10/2023), sukses menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Lombok Tengah. Opsgap Timpora itu berhasil menjaring warga negara Belanda, karena diduga melanggar aturan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Pungki Handoyo, Jumat (27/10/2023), mengungkapkan jika pengawasan terhadap orang asing sangat penting, terutama di daerah wisata yang sering menjadi pusat keramaian orang asing.

“Meskipun sebagian besar perusahaan dan bisnis yang menggunakan tenaga kerja asing, telah melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan, namun masih ada beberapa yang belum mematuhi peraturan,” jelasnya.

Diketahui, Opsgab yang menyasar JM Hotel di Kuta-Mandalika itu, melibatkan 16 anggota Timpora Kabupaten Lombok Tengah dari berbagai instansi terkait pengawasan orang asing. Dalam operasi tersebut, peserta dibagi menjadi dua tim yang melakukan pengecekan di beberapa hotel, kafe dan restoran sekitaran Kuta-Mandalika.

Dalam menjalankan tugasnya, Timpora Kabupaten Lombok Tengah melaksanakannya dengan ramah dan humanis, demi menjaga kenyamanan masyarakat setempat.

Hasil operasi itu mengejutkan, setelah petugas berhasil menemukan seorang warga negara Belanda, yang diduga melanggar peraturan keimigrasian. WNA tersebut diduga bekerja sebagai Pastry Chef (koki kue) namun menggunakan izin tinggal Visa On Arrival, yang seharusnya hanya diberikan untuk kegiatan wisata.

Petugas telah memberikan Surat Tanda Penerimaan Paspor kepada yang bersangkutan, dan dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram pada Senin, 30 Oktober 2023.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB Parlindungan menggarisbawahi pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar instansi, dalam pengawasan terhadap orang asing.

“Saya berharap kerjasama ini terus ditingkat, sehingga pengawasan terhadap orang asing di NTB bisa berjalan lebih optimal,” ujar Parlindungan. (djr/w-001)