Daerah  

Komisioner KPID NTB Imbau Masyarakat NTB Segera Migrasi ke TV Digital

Komisioner KPID NTB Baiq Husna Fatayati, S.Si., M.Sos.
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan respon positif atas upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan migrasi (peralihan) siaran TV analog ke digital. Apresiasi dan respon positif itu terbukti dengan imbauan Komisioner KPID NTB kepada masyarakat NTB, untuk segera beralih dari TV analog ke TV digital.

Komisioner KPID NTB, Husna Fatayati dalam Diskusi Publik yang berlangsung secara hybrid (virtual/daring) bersama Kementerian Kominfo dan Komisi I DPR RI, Rabu (13/4/2022) lalu, mengungkapkan pentingnya dilakukan migrasi atau peralihan dari siaran TV analog ke TV digital. Menurut Komisioner KPID NTB yang akrab dengan sapaan Husna itu, migrasi dari TV analog ke TV digital penting dilakukan selain masyarakat akan dapat menerima siaran dengan gambar yang bersih dan suara jernih tanpa noise (gangguan sinyal yang bersifat akustik atau suara), masyarakat juga mendapatkan siaran dengan konten yang berkualitas.

“Tidak hanya itu, masyarakat bisa memanfaatkan fitur parental lock sebagai perlindungan anak terhadap paparan tayangan negatif. Fitur ini memungkinkan orang tua mengontrol dan membatasi anak melihat tayangan yang tidak sesuai dengan usianya,” katanya.

“Ini tugas kita semua untuk melakukan pengawasan konten. KPI tidak bisa sendiri. Kita butuh partisipasi masyarakat,” imbuh Husna.

Dikonfirmasi kembali terkait migrasi TV analog ke TV digital, Jumat (27/5/2022), Husna menyebutkan bahwa migrasi atau peralihan siaran TV analog ke TV digital di Provinsi NTB, yang dijadwalkan masuk tahap I dimulai 30 April 2022 lalu pelaksanaannya ASO-nya tetap berproses secara bertahap.

“Semula Kominfo menetapkan ASO tahap pertama akan berlaku di 116 kabupaten/kota yang meliputi 56 wilayah siaran. Namun, yang dapat melaksanakan penghentian siaran analog ini secara penuh hanya tiga wilayah saja yaitu provinsi NTT, Papua Barat dan Riau. Provinsi NTB termasuk wilayah yang pelaksanaan ASO-nya sedang berproses,” ujar Husna.

Jika dilihat dari jadwalnya, bahwa pada tahap I ASO ada empat kabupaten/kota di NTB telah bisa menyaksikan siaran TV digital.

“Ada empat kabupaten/kota di NTB yang masuk tahap pertama proses Analog Switch Off atau ASO (migrasi TV analog ke TV digital, red), Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram. Masyarakat di empat kawasan ini perlu segera mempersiapkan diri beralih ke siaran TV digital,” ujarnya.

Komisioner KPID NTB yang merupakan salah satu kader Nahdlatul Ulama (NU) itu menjelaskan,pengakhiran siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) yang berlangsung tahun 2022 ini, dibagi ke dalam tiga tahapan pengakhiran.

“Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor: 6 Tahun 2021 yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor: 11 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran, tahap pertama dilaksanakan pada 30 April 2022 yang lalu dan untuk NTB ada empat kabupaten/kota yang masuk tahap pertama ini. Tahap kedua pada 25 Agustus 2022 mendatang dan tahap ketiga yang merupakan ASO terakhir yakni pada 2 November 2022, dimana pada tahap ketiga ini masuk Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima,” jelas Husna.

“Nah, selain tujuh kawasan dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat seperti satu kabupaten di Pulau Lombok yaitu Kabupaten Lombok Utara, juga dua kabupaten di Pulau Sumbawa yakni Kabupaten Sumbawa dan KSB, tiga kawasan tersebut tidak masuk dalam tahapan ASO atau peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital,” lanjutnya.

Karena itu, pemilik nama legkap Baiq Husna Fatayati, S.Si., M.Sos. itu mengajak kepada masyarakat khususnya di empat kabupaten/kota di Pulau Lombok yang masuk tahap I ASO, untuk bersiap untuk migrasi (beralih) ke siaran TV digital mengingat banyak manfaat yang akan didapatkan.

“Jadi, di empat kawasan atau kabupaten/kota di Pulau Lombok sudah bisa menonton siaran TV digital. Walaupun siaran TV analog belum disetop penuh, tapi saya yakin masyarakat yang saat ini masih menyaksikan siaran TV analog akan sering mengeluh, mendapati tayangan televisinya bersemut seperti kehilangan sinyal TV dan atau gangguan saat tengah asyik menonton,” tutur Husna.

“Tapi nanti kalau sudah ASO, tayangan televisi yang kita nikmati akan bertransformasi menjadi jauh lebih baik dengan kualitas digital yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya. Gratis. Mari masyarakat NTB, bersama menjadi masyarakat yang cerdas dalam memanfaatkan kemajuan teknologi,” pungkasnya. (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *