Daerah  

PHDI Pemurnian Ingatkan Bahaya Sampardaya

Wakil Ketua PP PHDI Pemurnian (kanan) dan foto bersama usai acara Dharma Santi
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pemurnian, mengingatkan umat Hindu akan bahaya Sampardaya yang dianggap sebagai ajaran sesat. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat PHDI Pemurnian, Ahad (28/5/2023), saat menghadiri Dharma Santi yang digelar Aliansi Pemuda Hindu Lombok, di Bale Serbaguna Taman Mayura Cakranegara Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Ketua PP PHDI Surya Anom mengungkapkan, pengaruh Sampardaya kini mulai mengakar akibat penyebaran yang terstruktur dan masif.

“Jadi perjuangan pemurnian saat ini bukanlah pekerjaan yang mudah, seperti makan cabe yang langsung terasa pedas,” ungkapnya.

Dikatakan, perjuangan PHDI Pemurnian untuk mengembalikan umat kepada ajaran Hindu benat, memerlukan waktu yang cukup panjang dan ketahanan mental serta kesabaran.

“Tidak ada kata mundur atau putus asa, karena jika momen ini lepas atau pemurnian terhenti, maka target konversi Sampardaya akan menjadi kenyataan,”

“Setelah itu terjadi maka Hindu Dharma Dresta Bali akan punah, begitu pula budaya Bali yang adiluhung juga akan ikut punah, diganti dengan budaya Hare Krisna dan Sai Baba,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina APHL Anak Agung Made Jelantik ABW, menyampaikan hal yang sama melihat kondisi beragama khususnya umat Hindu Dharma saat ini.

“Makna pemurnian sejalan dengan pemikiran dan jalan yang dilakan PHD-P hasil Mahasabha Luar Biasa,” ucapnya.

Karena itu, lanjut sapaan Anak Agung Made itu, persatuan umat Hindu Dharma di seluruh Nusantara sangat dibutuhkan, terutama umat Hindu Bali dan Lombok.

Persatuan umat Hindu akan mampu menghentikan pengaruh organisasi-organisasi, yang menjadi tempat persembunyian Sampardaya,” tutupnya. (ang/w-005)