Daerah  

Pesan Bijak Gede Gunanta untuk Para Advokat

Owner Hotel Bidali & Lounge Mataram Gede Gunanta
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Gede Gunanta, salah satu owner Bidari Hotel & Lounge Mataram melontarkan pesan bijak untuk para advokat, khususnya kepada 115 tim penasehat hukum (PH) terdakwa Ida Made Santhi Adnya, dalam beracara dan atau melakukan pendampingan hukum dalam kasus ITE yang saat ini sedang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesuai nama yang disematkan orang tuanya, “Gunanta” berarti memiliki tujuan, penuh daya cipta, naluri dan filosofis, Kamis (29/9/2022), saat ditemui awak media usai menghadiri sidang keempat  perkara  ITE, dengan terdakwa yang berprofesi sebagai advokat dan Ketua PHDI NTB memberikan pesan khusus untuk para advokat dalam beracara.

“Kesalahan terbesar seorang pengacara (advokat saat beracara, red), manakala dia hanya percaya kepada keterangan yang disampaikan oleh kliennya. Bagaimana anda bisa melakukan pembelaan secara objektif, kalau anda sudah terlanjur percaya penuh kepada klien. Akhirnya apa, menjanjikan kemenangan, menjanjikan kebebasan,” ungkap Gunanta.

Menurut pemilik nama “Gunanta” dengan numerologi berjumlah 78 yang berarti memiliki kepribadian bertanggungjawab, melindungi, merawat, bermasyarakat, seimbang dan simpatik itu, jika seorang advokat hanya mendengar keterangan kliennya semata tanpa menggali data dan fakta pihak lawan, maka sulit baginya untuk menepati sumpah advokat sebagaimana diamanatkan Pasal 4 ayat (2), Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

“Khususnya poin tiga Sumpah Advokat yang berbunyi: bahwa saya dalam menjalankan profesi sebagai pemberi jasa hukum akan bertindak jujur, adil dan bertanggungjawab berdasarkan hukum dan keadilan,” kata Gunanta mengutip Pasal 4 ayat (2).

“Kalau faktanya nanti dia (si-klien, red) masuk (diputus bersalah dan dipidana penjara, red), akan membuat kecewa,” sebutnya.

Karenanya, lulusan Jurusan Akuakultur Ahli Madya Perikanan Jakarta pemilik nama lengkap I Gede Gunanta, A.Pi., S.H. itu berharap, seluruh PH terdakwa Made Santhi hadir di persidangan saat pemeriksaan saksi pelapor, untuk mendengarkan dan menggali fakta, data serta keterangan secara komprehensif dan berimbang.

“Saya akan hadir di persidangan untuk  memberikan kesaksian yang memperkuat dakwaan jaksa,” tandasnya.

Sapaan GG yang juga lulusan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali itu, tetap menaruh hormat dan apresiasi kepada seluruh PH terdakwa Made Santhi, dimana sejauh proses perkara telah menjalankan tugas  profesi dengan baik dan proporsional dalam melakukan pembelaan.

Sementara disinggung terkait materi pembelaan yang tergambar dalam eksepsi terdakwa yang diajukan tim PH terdakwa, GG memperkirakan karena beberapa hal termasuk yang telah dipaparkan di atas.

“Barangkali mereka memperoleh  keterangan yang tidak akurat dari kliennya,” ucapnya sambil tersenyum simpul. (Djr/w-001)

Gede Gunanta bersama kakaknya dalam suatu kesempatan di Pura Besakih, Bali (Foto: Dokumentasi pribadi GG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *