Daerah  

Telisik Taman Sari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Kolam pemandian Taman Sari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
banner 120x600

Wordly.id|Yogjakarta – Berwisata ke situs sejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta, selain mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Alun-alun dan Masjid Agung seakan tidak lengkap jika tidak mengunjungi Taman Sari (pemandian raja), yang juga salah satu ikon sejarah masa lampau. Berikut penuturan Igie N Rukmana dan abdi dalem Sumpono kepada wordly.id.

Sumpono alias Keli, Senin (31/10/2022), abdi dalem yang bertugas sebagai guide menuturkan bahwa komplek Taman Sari dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I, sebagai penghargaan atas jasa permaisuri yang telah banyak menderita dan menyokong Hamengku Buwono I, saat peperangan Giyanti.

“Nama Taman Sari dapat diartikan sebagai suatu taman yang sangat indah dan mempesona,” ujarnya.

Dikatakan, Taman Sari adalah tempat rekreasi dan peristirahatan keluarga Sultan dan permaisuri.

“Dulu Taman Sari merupakan peristirahatan Kanjeng Sultan dan Permaisuri serta anak-anak beliau,” kata Keli yang menguasai lima bahasa asing diantaranya bahasa Inggris, Prancis, Italia, Yunani dan bahasa Arab itu.

Sumpono atau Keli dulunya merupakan seorang guru di SMA Negeri 71 Jakarta, kawasan Cakung. Ia mengaku sudah 10 tahun menjadi abdi dalem dan ditempa/magang selama dua tahun sebelum lolos diterima pihak Keraton Yogyakarta. Sehari-hari dirinya menjadi pemandu di pelataran Taman Sari. Abdi Dalem tidak serta merta hanya bekerja untuk keraton. Menjadi abdi dalem, itu berarti harus juga menjadi abdi budaya yang mampu mencerminkan sikap teladan untuk masyarakat luas.

Keli melanjutkan ceritanya, dulu sumber air yang mengairi kompleks Taman Sari diambil dari Sungai Winongo, yang mengalir di sebelah barat Taman Sari. Awalnya, selain bangunan dan kolam, kompleks Taman Sari juga dilengkapi dengan kebun buah-buahan dan bunga. Namun, sekarang sebagian besar kebun-kebun tersebut sudah menjadi perkampungan penduduk.

sepertinya wisatawan yang berkunjung ke Taman Sari wajib mematuhi protokol kesehatan, pasalnya tampak aplikasi PeduliLindungi untuk scan barcode di pos pemeriksaan. Setelah melewati pos barulah wisatawan bisa membeli tiket masuk.

Harga tiket masuk Taman Sari per orang adalah Rp 5.000. Apabila membawa kamera selain smartphone, maka pengunjung harus membayar Rp 3.000. Pengunjung yang ingin tahu lebih banyak seputar sejarah Taman Sari bisa menggunakan jasa guide atau pemandu. Adapun tarif pemandu di kawasan wisata Taman Sari adalah Rp 50.000 per orang. Nantinya pemandu akan menemani wisatawan dan menjelaskan sejarah sekaligus kegunaan bagian bangunan Taman Sari sewaktu masih berfungsi. (Lintang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *