Lombok Utara Mulai Gencarkan Penertiban Izin Usaha

Pengusaha di Teluk Nara saat didata oleh tim perizinan
banner 120x600

Wordly.id | Lotara – Pemerintah Daerah Lombok Utara mulai gencar melakukan pendataan, sebagai langkah penertiban izin usaha. Dipimpin Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Lombok Utara, Rabu (24/11/2021), tim pendataan mulai menyasar Pelabuhan Teluk Nara.

Asisten II Setda Lombok Utara H. Rusdi mengungkapkan, pendataan itu akan terus dilakukan dengan target penyelesaian awal tahun 2022. Dimana sebelum dilakukan pendataan di lapangan, pihaknya telah melakukan sosialisasi baik menyangkut izin operasional maupun izin mendirikan bangunan (IMB).

“Untuk hari ini semua kita lakukan pendataan, berdasarkan potensi di Kecamatan Pemenang atau di sekitar lokasi, ini saja itu tercatat 30 jenis usaha, tapi jumlah ini bisa bertambah nanti kita lihat setelah pendataan,” ungkapnya.

Dikatakan, sasaran pendataan izin usaha mencakup semua usaha dan jasa seperti restoran, jasa transportasi, usaha kecil dan menengah (UKM), penginapan, travel, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan guna menertibkan usaha yang tidak memiliki legalitas.

Menurut Rusdi, syarat untuk mengurus izin usaha kini cukup mudah terlebih dengan penggunaan Sistem Online Singel Submission (SOSS), yang dikelola Dinas Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PTSP) Lombok Utara.

“Masyarakat bisa mengakses sistem OSS melalui handphone, sehingga bisa taat kepada perizinan dan aturan yang berlaku. Proses izin sekarang itu cukup hanya sehari, hanya berbekal KTP, email, dan nomor hp sudah keluar OSS,” jelasnya.

“Hanya saja aktifnya OSS ini tergantung jenis usaha dan lokasi usaha. Harapan saya, sesuai hasil pendataan nanti, masyarakat bisa inten untuk mengurus legalitas, supaya semua taat kepada aturan,” imbuhnya.

Langkah Pemda Lombok Utara tersebut, disambut baik Asosiasi Jasa Transportasi Laut (AJTL) Lombok Utara.

“Justru kami menilai positif (hadirnya Pemda di Teluk Nara), sehingga ke depan kami jalan sesuai aturan dan tidak dianggap bodong. Selama ini para tamu hanya ke Bangsal saja,” kata Agung dari AJTL.

Pihaknya meminta supaya pemda juga melakukan perbaikan, baik fasilitas maupun aturan sehingga para wisatawan yang akan menyebrang melalui Teluk Nara, dapat merasa nyaman dan aman.

“Pemda harus hadir. Begitu high seasson, tidak hanya melulu Bangsal, tamu juga bisa mengarah ke sini. Bagaimana jangka panjangnya nanti itu harus kita atur,” pungkasnya.(ric)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *