Polresta Mataram Sambangi Lokasi Rawan Gangguan Kamtibmas

Tim gabungan memeriksa identitas pengunjung di salah satu cafe di wilayah Cakranegara (Foto: Anang/Wordly.id)
banner 120x600

Wordly.id|Lombok Barat – Polresta Mataram terus berupaya menjaga kondusifitas wilayah demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan menyambangi lokasi-lokasi rawan gangguan kamtibmas seperti cafe dan warung yang buka malam hari.

Kapolresta Mataram melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan, Sabtu (4/2/2023) malam, kepada jurnalis wordly.id Made Anang Sanakumara yang turun melakukan peliputan menuturkan, mengingat kondusifitas wilayah merupakan tugas bersama sehingga pihaknya bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Kota Mataram.

“TNI, Polri dan Pemda merupakan tiga pilar utama dalam menjaga kondusifitas wilayah. Itulah mengapa tim gabungan ini melibatkan unsur Polresta Mataram, TNI dan Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Mataram,” ungkapnya.

Didampingi Kasat Samapta Kompol Sufyan Hadi, lebih lanjut Kabag Ops. Mengatakan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab, dalam memberikan kenyamanan dan keamanan di wilayah hukum Kota Mataram, tim gabungan menyambangi beberapa cafe atau warung malam di Kecamatan Cakranegara dan Kecamatan Ampenan.

“Tim kita bagi menjadi dua dimana satu tim menyasar wilayah Cakranegara dan satu tim bergerak ke Ampenan. Khusus di kami Polresta Mataram, ini merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan atau diistilahkan dengan KRYD,” ujarnya.

Kabag Ops. Polresta Mataram sapaan Gede itu menjelaskan bahwa pada malam akhir pekan pertama bulan Februari 2023, pihaknya menyambangi lokasi-lokasi rawan gangguan kamtibmas sesuai informasi dari masyarakat, untuk memberikan imbauan cipta kondisi (cipkon) dalam upaya antisipasi kasus pencurian disertai pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C.

“Ini kami lakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan kasus 3C serta memberikan imbauan kepada pemilik cafe. Dalam menjalankan tugas, kami pesankan kepada tim agar mengedepankan humanis approach, pendekatan kemanusiaan dan dialogis,” jelas Gede.

“Tim juga berpesan kepada pemilik cafe dan pengelola atau petugas cafe juga kepada setiap pengunjung cafe, agar selalu melengkapi diri dengan kartu identitas seperti KTP atau SIM dan lain-lain,” lanjutnya.

Untuk wilayah Cakranegara, terpantau di beberapa cafe yang didatangi tim gabungan melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan perizinan usaha, pemeriksaan petugas dan pengunjung cafe. Bagi cafe yang tidak mampu menunjukkan izin usaha dilakukan teguran dan ditekankan agar segera melengkapi, sementara bagi pengunjung cafe yang tidak membawa identitas diri, tim gabung memerintahkan agar segera meninggalkan lokasi dan atau pulang.

Tak itu saja, imbauan juga dilakukan terhadap remaja yang mengisi akhir pekan di sekitar ruas Jalan Udayana dan Jalan Baru Terusan Jalan Bung Karno Monjok. Para remaja itu diminta untuk segera pulang karena telah larut malam. Hal itu juga untuk antisipasi aktivitas balap liar yang sering dikeluhkan masyarakat.

Adapun jumlah personel yang diterjunkan melakukan patroli di wilayah hukum Cakranegara, Polri berjumlah 31 personel, TNI 20 personel, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 12 orang, unsur Dinas Perhubungan (Dishub) 10 orang, dan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 11 orang. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *