Curi dan Gadai Motor Teman, Tambir Diringkus Polisi

NJ alias Tambir menunjukkan barang bukti motor curian milik temannya yang sempat digadaikan
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Setelah mendapat laporan adanya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Tim Opsnal Polsek Sandubaya langsung bergerak meringkus terduga inisial NJ alias Tambir (41) yang telah diketahui keberadaannya. Usut punya usut, terduga mengaku kalau motor curian itu telah digadaikan.

Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Sandubaya Kompol M. Nasrullah, S.I.K., Selasa (9/8/2022) siang, saat konferensi pers mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap warga Jalan Selaparang Gang Apel No.15, Lingkungan Sweta Barat Kelurahan Mayura Kecamatan Cakranegara Kota Mataram itu, dilakukan berdasarkan laporan korban dan keterangan saksi.

“Korbannya adalah warga Jalan Selaparang Gang Anggur Lingkungan Sweta Barat, yang merupakan teman tersangka NJ,” ujarnya.

Dikatakan, tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) itu terjadi pada Sabtu, 6 Agustus 2022 sekitar pukul 04.00 Bagian Tengah Waktu Indonesia (BTWI), di rumah korban atas nama Dewa Nyoman Supandika (26) Sweta Barat.

“Pelaku masuk ke TKP (tempat kejadian perkara, red) dengan cara merusak dan mencongkel pintu gerbang rumah korban yang saat itu terkunci,” kata Nasrullah.

Setelah berhasil masuk ke rumah korban, terduga Tambir pun membawa kabur sepeda motor matic merek Honda Beat warna hitam milik korban, yang saat itu terparkir di garasi.

“Kalau ditaksir sesuai harga motor, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar 12 juta rupiah,” tuturnya.

Menurut pengakuan terduga Tambir, dirinya tega mencuri dan menggadaikan motor temannya karena sangat membutuhkan uang.

“Saat itu saya sangat membutuhkan uang. Motor itu saya gadaikan 1,5 juta rupiah,” ucap Tambir menjawab pertanyaan awak media.

Hingga berita ini diturunkan, terduga NJ alias Tambir masih berada di balik jeruji tahanan Mapolsek Sandubaya untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan atas perbuatannya polisi akan menjerat Tambir dengan Pasal 363 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Grc/w-006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *