Kuasa Hukum Korban KSU BMT Al – Hasan Mitra Ummat Meminta Keadilan

banner 120x600

Wordly.id, Mataram –Para korban nasabah KSU BMT Al – Hasan Mitra Ummat melalui kuasa hukumnya yakni Theofilus Nurak, S.H., Sabtu (09/12/2023), mempertanyakan kinerja Penyidik Polres Lombok Timur yang terkesan lamban dalam menindak lanjuti laporan terkait dugaan Tindak Pidana Penggelapan Dana yang dilakukan oleh Direktur Utama BMT Al-Hasan Mitra Ummat dan Manager KSU BMT Al -Hasan Mitra Ummat serta para pengurusnya terhadap dana dari para nasabahnya.

“Kami mempertanyakan kinerja dari aparat kepolisian khususnya kepada para Penyidik di Polres Lombok Timur, yang menangani kasus dugaan Penggelapan Dana tersebut, kasus ini sudah berjalan berbulan-bulan akan tetapi sampai sekarang  belum ada perkembangan? ada apa ini? padahal para klien kami sudah dating semuanya memberikan keterangan sebagai saksi Korban / Pelapor bahkan sudah di periksa semua lengkap dengan barang buktinya”, ungkap Theo Nurak

Theo selaku Kuasa Hukum meminta kepada para penyidik di  Polres Lombok Timur untuk bersikap professional dan obyektif terhadap kasus tersebut, karena kasus ini cukup memakan korban dengan jumlah kerugian yang cukup besar, bahkan para korbannya sudah tersebar di beberapa wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Para korban pun sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga dan para lansia, para korban rata-rata sudah lama menabung uangnya di di KSU BMT Al-Hasan Mitra Ummat, akan tetapi setelah jatuh tempo uang dari para nasabah tersebut tidak bisa di Tarik. Para nasabah sudah berkali-kali datang ke Kantor Pusat dan Kantor Unit Cabang KSU BMT Al-Hasan Mitra Ummat untuk menanyakan prihal uang tersebut, akan tetapi dari Pihak Terlapor sampai saat ini tidak ada kejelasan dan para terlapor hanya menjanjikan tanpa ada realisasi.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada Kapolda NTB dan Kapolres Lombok Timur beserta jajarannya untuk memberikan atensi khusus terkait dengan Kasus KSU BMT Al-Hasan Mitra Ummat ini, karena kasus ini bukan hanya tentang Penggelapan Dana nasabah saja, akan tetapi menurut kami juga sudah masuk ke arah tindak pidana Pencucian Uang. Sehingga kami meminta kepada penyidik untuk mencantumkan juga terkait pasal Tindak Pidana Pencucian Uang dan  menyita semua aset milik KSU BMT Al-Hasan Mitra Ummat, sehingga para korban juga bisa mendapatkan keadilan dari kasus ini”, tegas Theo Nurak.