Ini Kronologi Penangkapan Sang Bandar Besar Narkoba “Mandari”

Kiri: Kasubdit III Resnarkoba Polda NTB. Kanan: Mandari dan suami saat ditangkap di sebuah hotel di Kuta Mandalika
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Sehari setelah melimpahkan berkas perkara kasus bandar besar narkoba inisial NNJD alias Mandari, ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB), Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, Selasa (14/6/2022), kembali membeberkan kronologi penangkapan terhadap terduga bandar besar narkoba Mandari.

Kepala Subdit III Resnarkoba Polda NTB AKBP Anak Agung Gede Agung menyampaikan, pengungkapan terhadap kasus terduga Mandari bermula dari penangkapan dua terduga lain yakni inisial RA dan RAA.

“Saat RA dan RAA kita tangkap, mereka mengaku bahwa barang tersebut milik Sandi, karena Sandi tidak ada di tempat kita lakukan pencarian,” ungkapnya.

Dikatakan, upaya pencarian terhadap teeduga Sandi terus dilakukan, hingga didapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sedang berada di kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

Kebenaran terhadap informasi masyarakat itu, segera ditindaklanjuti Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB yang berkoordisi dengan Polres Lombok Tengah, hingga dipastikan bahwa terduga Sandi saat itu sedang berada dan atau menginap di sebuah hotel di Kuta Mandalika.

“Tim pun menyusun strategi penyergapan dengan sebelumnya berkoordinasi dengan pihak hotel. Saat ditangkap dan dilakukan pengeledahan, dari tangan Sandi diamankan narkoba jenis sabu dengan bruto hampir satu ons,” jelas Gede Agung.

“Saat ditangkap itu Sandi mengaku kalau sabu itu didapat dari Mandari, yang secara kebetulan saat itu menurut pengakuan Sandi, bahwa Mandari bersama suaminya juga nginap di hotel itu,” lanjutnya.

Seperti kata pepatah “sekali mengayuh dayung, dua pulau terlampaui”. Tak ingin buruannya lepas begitu saja, polisi pun meringkus Mandari yang diduga kuat sebagai bandar besar narkoba bersama suaminya.

“Saat ini Sandi sudah sudah divonis dan sudah ada penetapan (inkrah, red) oleh pengadilan,” katanya.

Dalam perjalanan pengungkapan kasus bandar besar narkoba NTB itu, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan terduga Mandari sempat dilepas (dibebas)kan dari jeruji tahanan Polda NTB. Namun pihak penyidik tak tinggal diam dan terus berupaya melengkapi berkas perkaranya.

“Hingga tanggal 2 Juni 2022 lalu sudah P21. Tanggal 13 Juni 2022 kemarin kita sudah lakukan pengiriman tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi NTB, untuk dilakukan proses tahap dua bersama Jaksa Penuntut Umum Kejati NTB,” jelas Gede Agung.

Untuk diketahui, dalam proses perkara terduga Mandari yang dinyatakan P21 oleh penyidik Ditresnarkoba Polda NTB, sempat terkendala pelimpahannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, oleh karena penyidik Kejati NTB menganggap berkas perkara belum lengkap.

Usut punya usut ternyata berkas perkara bandar besar narkoba itu, tidak dilengkapi bukti saksi mata yang melihat langsung proses transaksi narkoba. Lucu memang, tapi itulah kenyataanya.

Kini sang bandar besar narkoba Mandari sedang meringkuk di Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Mataram, sebagai tahanan titipan Kejaksaan selama 20 hari sembari menunggu proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri Mataram.

Dalam berkas perkara dinyatakan bahwa Mandari dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 milyar dan paling banyak Rp. 10 milyar.

Sedangkan Bayu (suaminya) disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) junkto Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *