Kasus Bandar Narkoba Mandari Siap Disidangkan

Direktur Resnarkoba Polda NTB (duduk tengah) saat menyampaikan kasus bandar besar narkoba Mandari siap disidangkan (Foto: Dok. wordly.id)
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat (Ditresnarkoba Polda NTB), menyatakan bahwa pengungkapan kasus bandar besar narkoba inisial NNJD alias Mandari, telah dinyatakan lengkap oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dan siap untuk diajukan ke persidangan.

Direktur Resnarkiba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma PR., S.I.K., M.H. dalam konferensi pers, Selasa (14/6/2022), menyampaikan bahwa pengungkapan kasus bandar besar narkoba Mandari, dimulai pada tahun 2021 dan telah dinyatakan P21 oleh tim penyidik, namun sempat tertunda proses hukumnya karena berkas perkara dinyatakan tidak lengkap oleh Kejati NTB.

“Nah, sekarang berkas perkara atas kasus Mandari sudah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Tinggi. Berkas perkara dan pelaku beserta barang bukti sudah kita limpahkan ke Kejaksaan,” ungkapnya,

Menurut Pamen Polri melati tiga yang telah lulus Sespimti itu, pengungkapan demi pengungkapan kasus narkoba di NTB tidak terlepas dari kerjasama seluruh masyarakat, termasuk kepercayaan masyarakat NTB kepada Ditresnarkoba.

“Ini semua berkat kepercayaan masyarakat Nusa Tenggara Barat kepada kami, Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan tim,” ucap Helmi.

Ditemui usai konferensi pers, mantan Kepala Satuan Tugas (Satgas) yang meraih penghargaan Presiden Joko Widodo dan Kapolri, atas keberhasilannya menggulung kelompok separatis Susanto itu menegaskan, Ditresnarkoba Polda NTB akan terus memburu sindikat peredaran narkoba yang masuk ke NTB.

“Ingat, bahwa narkoba ini adalah musuh kita bersama. Saya dan seluruh jajaran Direktorat Narkoba Polda NTB, telah membuktikan bahwa tidak ada toleran terhadap narkoba. Ini pesan khusus saya untuk sindikat peredaran narkoba, jangan coba-coba berpikir untuk mengedarkan narkoba di wilayah NTB,” katanya.

“Kalau kalian nekat, saya bersama tim akan memburu kalian dimanapun kalian bersembunyi, di lubang semut sekalipun kalian akan tetap kami temukan,” tegas Helmi.

Tidak itu saja, musuh bebuyutan bandar narkoba itu juga seakan mengancam para bandar narkoba dan kroni-kroninya, bahwa dalam penanganan kasus narkoba pihaknya juga akan menerapkan Undang-Undang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

“Kami akan miskinkan mereka supaya tidak ada kesempatan lagi bagi mereka, untuk sekedar berangan-angan jadi bandar narkoba” tandasnya.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus bandar besar narkoba dengan terduga Mandarin berawal dari tertangkapnya terduga inisial RA dan RAA, yang dalam pengembangannya memunculkan terduga lain inisial S alias Sandi.

Selanjutnya Sandi pun berhasil diringkus Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, yang saat itu menginap di sebuah hotel di kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Dari keterangan Sandi, polisi kemudian mendapatkan informasi bahwa narkoba yang diedarkan termasuk barang bukti yang ada di tangannya, berasal dari terduga bandar besar Mandari.

“Sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat akan terjatuh jua”. Pribahasa ini juga seakan identik dengan kepiawaian Mandari dalam menjalankan bisnis haramnya. Pasalnya, saat penangkapan terhadap Sandi secara kebetulan Mandari bersama suami, juga menginap di hotel yang sama.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTB Efrien Saputera, membenarkan bahwa kasus bandar besar narkoba Mandari dan suaminya inisial IGBP alias Bayu, telah dilimpahkan ke Kejati NTB bersama terduga dan barang bukti.

“Benar, kemarin kami menerima pelimpahannya dari penyidik Ditresnarkoba Polda,” ujarnya. (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *