Terungkap di Persidangan Biang Perusakan Bale Adat Sasak

Sidang perusakan Bale Adat Sasak di PN Matram
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Fakta menarik terungkap dalam persidangan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Senin (15/5/2023), dalam kasus gugatan perusakan Bale Adat Sasak dengan penggugat Hamzaeni dan tergugat H. Sukismoyo.

Persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tergugat, menghadirkan saksi Sahabudin dan H. Mastar, dimana keduanya mengakui jika Komisaris Utama PT. Gumi Adimira Konsultan (GAK), sebagai pelaku perusakan bersama saksi berjumlah 10 orang melakukan perusakan, termasuk mengambil barang-barang di lokasi bangunan Bale Adat Sasak pada 3 November 2022 lalu.

Di hadapan Sidang perdata yang dipimpin hakim tunggal Wahyudin Igo, S.H., saksi mengakui juga telah menerima uang dari pemilik Bale Adat Sasak atas nama Sainah. Dimana pengakuan itu sekaligus membantah keterangan H. Sukismoyo, yang menyatakan tidak pernah menerima uang dari Sainah dalam proses pembangunan Bale Adat Sasak di Dusun Kedome Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

“Setiap Sainah mau transfer uang, saya dikasitau dan selalu saya catat. Termasuk uang yang diperkirakan sekarang ini berjumlah Rp. 190 juta yang ditransfer dalam 2 tahap. Itu semua uang dari Sainah, dan bukan dari Hamzaeni selaku penggugat,” ujar Mastar.

Demikian pula dengan perusakan Bale Adat Sasak, Mastar mengaku jika Sukismoyo ikut melakukan perusakan bersama orang suruhannya.

“Pak Sukismoyo merusak lantai keramik dan mengambil TV dan CCTV. Sedangkan pagar keliling sudah saya sedekahkan,” akunya.

Hal yang sama juga diakui saksi Sahabudin.

“Saya hadir pada kejadian itu, tapi saya tidak ikut merusak. Saya hanya melihat Sukismoyo melakukan perusakan,” ungkapnya. (ang/w-005)1