Ribuan Napi di NTB Kebagian Berkah HUT Kemerdekaan RI Ke-77

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Seperti layaknya tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) selalu membawa berkah remisi, bagi para narapidana (Napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 kali ini pun, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengumumkan dan menyerahkan Remisi Umum bagi 2.093 napi atau WBP lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Romi Yudianto, S.H., M.H., Rabu (17/8/2022) siang, menyampaikan bahwa remisi umum diberikan kepada WBP Pidana Umum dan Pidana Khusus (sesuai PP 99 Tahun 2012), terdiri atas dua kategori yaitu Remisi Umum Sebagian (RU-I)  dan Remisi Umum Bebas (RU-II).

“Remisi Umum Sebagian atau RU-I diberikan kepada narapidana dan anak yang setelah mendapatkan remisi umum, tetapi masih menjalani sisa pidana sebanyak 2.088 orang dan yang kedua adalah Remisi Umum Bebas atau RU-II, diberikan kepada narapidana yang langsung bebas pada saat pemberian remisi, yang pada tahun ini berjumlah lima orang narapidana dari pidana umum,” jelas Romi.

Dijelaskan, Remisi Umum Kemerdekaan Republik Indonesia diberikan kepada seluruh napi dan anak didik, yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan.

“Termasuk tidak terdaftar pada register F atau buku catatan pelanggaran disiplin napi, serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan atau LPKA” ujarnya.

Pada pemberian Remisi Khusus Tahun 2022, Romi menyebutkan bahwa Lembaga Pemesyarakatan (Lapas) Kelas II A Mataram sebagai menyumbang jumlah penerima Remisi Umum terbanyak.

“Yaitu 789 narapidana,” ucapnya.

Sementara itu, narapidana penerima Remisi Umum 17 Agustus 2022 lainnya tersebar di Lapas, Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemesyarakatan Khusus Anak (LPKA) lingkup Kanwil Kemenkumham NTB.

“Lapas Kelas II A Sumbawa sebanyak 391 narapidana, Lapas Kelas II B Dompu sebanyak 232 narapidana, Lapas Kelas II B Selong sebanyak 241 narapidana, Lapas Terbuka Kelas II B Lombok Tengah sebanyak 55 narapidana, LPKA Kelas II Lombok Tengah sebanyak 46 narapidana anak,” sebutnya.

Selanjutnya, kata Romi, Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebanyak 111 narapidana, Rutan Kelas II B  Praya sebanyak 126 narapidana dan Rutan Kelas II B Raba Bima sebanyak 102 narapidana.

“Saya secara pribadi dan mewakili Kementerian Hukum dan HAM, ikut mendoakan agar warga binaan atau narapidana yang mendapat remisi, nantinya setelah bebas bagi yang langsung bebas, bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Romi.

“Saya juga mengharapkan agar masyarakat dapat menerima anggota masyarakat mantan warga binaan yang kembali ke tengah-tengah masyarakat, karena peran masyarakat juga tidak kalah pentingnya dalam menjadikan para warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Untuk diketahui, remisi merupakan pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada napi dan anak didik, yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemberian remisi diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Selain itu, diatur pula dalam Perubahan Pertama PP No. 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 174 /1999 serta Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Kepada Warga Binaan Pemasyarakatan, dengan mekanisme yang sangat transparan berbasis sistem dengan pendayagunaan teknologi informasi. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *