Oknum PNS Terancam 9 Tahun Penjara

banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Seorang oknum PNS Kementrian PUPR berinisial SM (44), beralamat di Ampenan Kota Mataram ditangkap Tim Puma Reskrim Polresta Mataram pada 12 Januari 2023, di salah satu kantor yang terletak di Kelurahan Jempong Baru, karena diduga melakukan pemerasan dan juga pengancaman terhadap salah seorang warga asal Lombok Timur.

“Korban berinisial NH (53), Perempuan, mengaku merasa diintimidasi sekaligus diancam, jika korban tidak memberikan sejumlah uang kepada pelaku. Merasa ketakutan, korban pun melaporkan tindakan oknum PNS tersebut ke pihak kepolisian”, kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa S.I.K saat memimpin konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Wira Graha Pratama Polresta Mataram, (27/01/2023).

Didampingi Kasat Reskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa S.I.K., Wakasat Reskrim Polresta Mataram serta Kasi Humas Polresta Mataram, Mustofa menjelaskan bahwa perkara ini dilaporkan korban pada 12 Januari 2023.

“Pada saat itu, terduga pelaku datang ke rumah korban dengan mengaku sebagai Tim Buser Reskrim Polresta Mataram sambil membawa pistol jenis Airsoft Gun. Terduga pelaku menakuti korban dengan mengatakan bahwa ia baru saja melakukan penembakan terhadap seseorang” imbuh Mustofa.

Modus terduga pelaku terkuak, ketika pelaku mengaku ditugaskan temannya untuk menagih utang kepada korban. Padahal, korban sudah lama melunasi utang tersebut. akan tetapi korban tidak bisa melawan, dan akhirnya memberikan sejumlah uang yang diminta terduga pelaku, lantaran pelaku mengaku dirinya adalah bagian dari Tim Buser.

Kapolresta juga berpesan, apabila ada dari masyarakat lainnya yang merasa mengalami hal yang sama dengan korban, agar segera melapor ke pihak kepolisian, mengingat terduga pelaku pernah bertugas di beberapa wilayah di NTB.

Beberapa barang bukti (BB) diamankan pada saat penangkapan yakni satu buah senjata jenis Airsoft Gun, alat komunikasi dan buku tabungan atas nama terduga SM.

“Barang bukti bersama terduga saat ini berada di Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kadek.

Terduga pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Desi/w-007)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *