Loyalis Gede Gunanta Apresiasi Putusan Sela Hakim Kasus ITE

Anak Agung Made dan Made Diata (kiri) dengan background terdakwa kasus ITE (berdiri paling belakang) saat meninggalkan kursi pesakitan
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Putusan sela Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram, yang menolak eksepsi Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa kasus ITE Ida Made Santhi Adnya, diapresiasi umat Hindu yang tergabung dalam Loyalis Gede Gunanta.

Pasca pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim PN Mataram, Kamis (29/9/2022), sontak terdengar tepukan tangan dan gemuruh teriakan Loyalis Gede Gunanta memenuhi ruang Sidang Tirta.

“Hidup Gede Gunanta, hidup majelis hakim, kebenaran pasti menang,” teriak Loyalis Gede Gunanta berkali-kali seraya mengepalkan tangan ke atas.

Baca juga: Eksepsi Terdakwa Kasus ITE Ditolak, Dua Kubu Panas-Dingin

Sidang keempat kasus ITE dengan terdakwa Made Santhi dengan agenda sidang putusan sela, yang dipimpin Ketua Majelis Hakin Muslih Harsono, S.H., M.H. dan dua hakim anggota itupun terhenti sesaat.

Ditemui usai menyaksikan persidangan, Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan apresiasi atas putusan sela majelis hakim yang menangani perkara kasus ITE.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kita khususnya kami yang tergabung ke dalam Loyalis Gede Gunanta. Kami tetap mendukung APH (aparat penegak hukum, red) untuk bagaimana bisa menegakkan keadilan,” kata Anak Agung Made Jelantik Agung Briang Wangsa.

Putra tertua penglingsir Puri Agung Cakranegara Anak Agung Biarsah Haruju Amla Nagantun itu menampaikan, putusan sela majelis hakim kasus ITE yang menolak eksepsi Tim PH terdakwa Made Santhi, membuktikan bahwa masih adanya APH yang memiliki hati nurani keadilan dan kebenaran.

“Jadi apapun bentuk keputusannya tetap dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, karena sekarang kalau kita melihat fenomena bahwasanya kita lagi terpuruk, dengan adanya oknum-oknum yang bermain di lembaga-lembaga, baik itu lembaga keamanan, pengadilan dan kejaksaan,” ujarnya.

“Untuk persidangan hari ini sudah cukup puas kita dengan apa yang menjadi keputusan hakim tadi,” imbuh Anak Agung Made.

Sementara Ketua Prajaniti Hindu Dharma Indonesia Lombok Barat I Made Diata, S.H., M.M. menyatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim PN Mataram tidak harus terpengaruh pihak terdakwa, yang informasinya mengklaim memiliki massa ribuan umat Hindu.

“APH jangan takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Ini kami umat Hindu akan mengawal bapak-bapak untuk mengadili yang bersalah. Ini hanya perwakilan saja yang datang menyaksikan dan mengawal sidang, itu karena kami taat hukum dan aturan,” tegas Diata.

“Kalau dibolehkan, Anak Agung Penglingsir Puri Agung Cakranegara tinggal perintah, umat Hindu satu pulau ini akan datang,” tandasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim yang dipimpin Ketua Muslih Harsono, S.H., M.H. didampingi hakim anggota Hiras Sitanggang, S.H. dan Mahyudin Igo, S.H., dalam sidang putusan sela menegaskan bahwa eksepsi PH terdakwa Made Santhi yang disampaikan pada sidang kedua ditolak.

“Menolak seluruh keberatan eksepsi penasehat hukum terdakwa, melanjutkan pemeriksaan perkara Nomor: 510/Pidsus/2022/PN Mataram atas nama terdakwa Ida Made Santhi Adnya,” tegasnya.

“Pada intinya, pengadilan menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum saudara,” katanya Ketua Majelis Hakim ditujukan kepada terdakwa Made Santhi yang duduk di kursi pesakitan. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *