Pasca Lebaran Pengunjung Taman Bunga Merah Meningkat Drastis

banner 120x600

Wordly.id | NTB – Sejumlah obyek wisata di kaki gunung Rinjani, ramai dikunjungi warga pada musim libur Lebaran 1443 Hijiriah, Salah satu obyek wisata yang menjadi favorit liburan kali ini adalah sport foto Bunga Merah di tengah sawah desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

Pantauan media pada hari Minggu (8/5), memasuki hari ke lima setelah lebaran ini, sport foto tersebut dipadati penujung Masyarakat sekitar maupun wisatawan lokal dari berbagai daerah yang ada wilyah NTB.

Pengelola sport bunga Merah mengatakan, soport foto ini baru dibuka untuk umum setelah lebaran kali ini. Segyanya ini bonus untuk pengjung yang hendak makan dan minum di kedai kami.

“Sebelumnya kita tidak buka untuk umum, karena ini khusus bonus buat tamu kami yang ingin makan dan minum kopi, ” ujar Purnawirawan, saat ditemui di lokasi. Minggu (8/5).

Pur, sapaan akrabnya menjelaskan. Awalanya hanya bonus buat pengjung di kedainya, namu seiring waktu, ternyata bukan hanya pengunjung kedai yang berswafoto di sport bunga tersebut. Ternyata kebanyakan wisatawan yang berkunjung ketempatnya hanya berswafoto di bunga itu.

Maka dari sanalah ia menagkap peluang tersebut, dan mengembangkan idenya untuk membuat sport foto di sawanyah selain menanam Setrowbery.

“Ternyata yang dominan itu, pengunjung yang ingin berswafoto di bunga merah. Peluang ini saya tangkap dan kembangakan menanm bunga merah,” kata Pur.

Ratata – rata pengunjung setelah lebaran ini kata pur lebih lanjut, menembus angka lima ribu lebih per-hari. Itu yang sekedar ngopi sambil makan snac, makan, ptek strowbery dan masuk di area swafoto bunga Merah. Sedangkan pada hari-hari biasa terutama hari Sabtu dan Minggu rata-rata pengunjung sekitar seribuan orang pengunjung.

“Alhamdulillah pengunjung ramai sekali pasca lebaran ini, karena selama dua tahun warga tidak dibebaskan liburan akibat Covid-19 kali ya. Sehingga animo warga liburan ke Sembalun terutama ke tempat kami meningkat derastis,” terangnya.

Adapun sport swafoyo yang ditawarkan sebagai magnet untuk menarik pengunjung sambungnya yakni, tujuh buah sport selfie. Ada ayunan yang terpasang dibagian paling atas, dua tiga buah payung putih berukuran besar, sopa dankursi kayu dengan berbagai ukuran.

“Selain itu yang menjadi daya tariknya, pengunjung bisa mengambil foto dari berbagai sisi dengan lanscif hamparan sawah dan pegunungan,” tutur Pur.

“Kedepan saya akan buat lebih luas lagi, dan menambah wahana. Tentu dengan konsep yang berbeda juga sarana liburan untuk anak-anak, supaya pengujung tidak bosan datang ke Sembalun untuk liburan,” imbuhnya.

Atika salah seorang pengunjung asal Masbagek mengaku, swafoto tersebut dapat info dari Sosial Media (Sosmed) yang sudah opning sejak H+Lebaran kemarin. Swafoto ini sagat berbeda dari sebelumnya karena viwnya kelihatan bagussekali.

“Sensasinya sangat berbeda ya, karena ini yang pertama menghadirkan view taman bunga seperti ini warnanya juga sangat caler full. Dan selain itu juga pemandangannya gunung, yang ini lebih bagus lagi karena ada bung-bunga yang caler full itu,” jelas Tika.

“Saya tidak bosan datang ke Sembalun, bahkan sering baik itu nik gunung maupun liburan ke tempat-tempat destinadi wisata baru seperti di taman bunga metah ini,”Sambung Tika.

Selain itu, jarak Sembalun dengan Masbagik butuh jarak tempuh hanya 2 jam dan lokasi swafoyo taman bunag ini juga mudah di jangkau. Itu menjadi salah satu alasan dirinya sering berlibur ke daerah tersebut.

“Jadi Sembalun dari dulu hingga sekarang masih menjadi favorit bagi para wisatawan, dan salah satu alternatif liburan buat kita warga yang ekoniminya menengah kebawah,” kata Tika.

“Dan pada kesempatan ini, kalau boleh saya usulkan ke pemerintah maupun dinas terkait. Saat ini Sembalun sudah mendunia, untuk itu Sembalun seharusnya memiliki banyak vasilitas umum. Seperti toilet, bak sampah dan jalannya diperlebar terutama di kawasan Pusuk saya rasa masih sempit,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *