Transformasi SDM Unggul via Inovasi Jadi Sorotan Prof. Nizam di Unram

Prof. Nizar
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Dalam sorotan tajam, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., ASEAN. Eng., mengungkap rahasia transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul lewat sentuhan inovasi, Jumat (4/8/2023), di panggung Seminar Nasional di Universitas Mataram (Unram) bertema “Menghadapi Tantangan Indonesia Emas 2045: Peran Strategis Pascasarjana”, di Ruang Sidang Senat, Lantai III Gedung Rektorat Unram.

Direktur Pascasarjana Unram Prof. Ir. Sarjan, M.Agr.Cp., Ph.D., mengungkapkan data menarik jika 55 tokoh pendidikan dari 32 perguruan tinggi hadir meramaikan dialog inspiratif dalam seminar nasional itu.

“Tamu hadir mewakili kekuatan pimpinan pascasarjana dari wilayah timur, tengah dan barat Indonesia, dengan beragam latar belakang perguruan tinggi, termasuk PTN-BH, PTN-BLU, PTN-Satker serta pimpinan pascasarjana dari PTS,” jelas Prof. Sarjan.

Tak kalah menarik, Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., memberikan catatan serius.

“Tahun 2045, Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Prediksi kita, negara peringkat ke-4 dengan ekonomi terbesar di dunia. Tapi impian ini bisa hancur jika generasi muda tak dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Prof. Bambang menyoroti peran penting lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dalam menjaga amanah ini. Tanpa strategi yang tepat, ambisi Indonesia Emas 2045 hanya omong kosong belaka.

“Dalam diskusi ini, saya yakin akan muncul gagasan-gagasan segar dan berlian yang akan dibawakan ke kementerian untuk mengembangkan SDM kita. Silakan berdiskusi, tujuan kita tak hanya mendidik, membuat generasi cerdas, tapi juga menghargai perjuangan pendahulu dalam menjaga NKRI,” tegas Prof. Bambang.

Proses transformasi SDM unggul dihujani cahaya sorotan melalui Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., ASEAN. Eng., yang menjadi keynote speaker. Dengan penuh semangat, beliau membawa tema besar: Kebijakan Pengembangan Pascasarjana demi SDM Unggul dan Bersaing.

“Tekad bersama: mengedepankan SDM untuk kemajuan bangsa. Kita tahu, bangsa tak maju tanpa SDM yang berkualitas,” tegasnya.

Walau mengakui gap pendidikan Indonesia dengan negara lain, Prof. Nizam menginspirasi untuk tak menyerah. Semua pihak, mulai dari guru hingga dosen, haruslah bersemangat mencerahkan generasi muda.

“Kini, berkat platform dari kementerian, semangat gotong royong dan belajar bersama dapat tumbuh, sehingga kita tak sendiri menghadapi masalah,” tambahnya.

Tak perlu takut pada kemajuan teknologi, pesan Prof. Nizam. Lahirnya teknologi seperti chat GPT atau kecerdasan buatan (AI) bukan ancaman, tapi peluang. Ada dua opsi: tutup diri atau manfaatkan teknologi ini untuk pertumbuhan.

Penting untuk menyadari, jika daya saing tak ditingkatkan, Indonesia akan ketinggalan. Inovasi diperlukan dalam pengembangan teknologi.

“Ekonomi maju jika inovasi menjadi dasar. Ini terletak di pundak kita semua, di perguruan tinggi,” pungkas Prof. Nizam dengan semangat meyakinkan.

Dalam gelombang inspirasi, Prof. Nizam mengingatkan semua untuk berkolaborasi dan mengokohkan fondasi inovasi di perguruan tinggi. Langkah ini menjadi tiang penyangga ambisi Indonesia Emas 2045 yang menawan.