NTB Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Pemodelan prakiraan cuaca Provinsi NTB (Foto: BMKG Stamet BIL)
banner 120x600

Wordly.idǀNasional – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi perkiraan cuaca di Indonesia mulai tanggal 6 Februari 2023 hingga 12 Februari 2023.

Dalam rilis tersebut, lembaga pemantauan iklim itu menyebut seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Kepala Meteorologi Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok (BIL) mengatakan hujan ini diakibatkan dinamika atmosfer yang menunjukkan beberapa fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intensif dalam beberapa waktu kedepan, diantaranya aktifnya Madden Jullian Osciliation (MJO), gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin di beberapa wilayah di Indonesia termasuk wilayah NTB.

“Kondisi Monsoon Asia yang masih aktif juga penyebab memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk di NTB dalam beberapa hari ke depan,” Kata Cucu Kusmayandu, S.Kom.

Saat ini terdapat tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia, diantaranya Samudera Hindia sebelah Barat Daya Bengkulu berpotensi sedang, Samudera Hindia Sebelah Selatan Banten berpotensi rendah, dan Samudera Hindia Selatan NTB berpotensi awan hujan disertai gelombang tinggi.

Potensi cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yaitu ada pada wilayah :

  1. Kota Mataram,
  2. Kabupaten Lombok Barat,
  3. Kabupaten Lombok Utara
  4. Kabupaten Lombok Tengah
  5. Kabupaten Lombok Timur
  6. Kabupaten Sumbawa Barat
  7. Kota Bima
  8. Kabupaten Bima
  9. Dompu

Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB, sebagai berikut:

  1. Kategori Gelombang 1,25 – 2,5 m pada Selat Lombok, Alas bagian utara, perairan utara Sumbawa, Laut Sumbawa dan Selat Sape,
  2. Kategori Gelombang 2,5 – 4.0 m pada Selat Lombok, Alas bagian selatan dan Samudera Hindia Selatan NTB.

Diharapkan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap memastikan kapasitas infrastruktur untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi). Dan yang terpenting terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah NTB. (des/w-007)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *