Imigrasi Mataram Deportasi WN Prancis yang Menyalahgunakan Izin Tinggal di Surga Selong Belanak

Kepala Imigrasi Mataram (kanan) menjelaskan terkait deportasi WN Prancis
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Cerita menarik dan menggugah perhatian datang dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Pasalnya, Imigrasi Mataram akan mendeportasi seorang Warga Negara (WN) Prancis inisial GG (34 tahun). Alasannya? Laki-laki WN Prancis itu dengan cerobohnya telah menyalahgunakan izin tinggal terbatas (TKA) yang dimilikinya, untuk bekerja dengan memanfaatkan keindahan pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB melalui Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Pungki Handoyo, Kamis (10/8/2023), membeberkan jika WN Prancis ditangkap jajaran Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), ketika tengah beraktivitas di Desa Serangan pada 09 Juli 2023.

“Penangkapan ini berkembang dari laporan Pos Kepolisian (Pospol) Serangan yang diterima Kantor Imigrasi Mataram. Dengan adanya informasi tersebut, petugas dari Inteldakim mengambil langkah taktis dengan menjaring GG di sekitar villa yang terletak di Desa Serangan, Selong Belanak,” ungkapnya.

Lebih jauh, Pungki menjelaskan, petugas Inteldakim selanjutnya melakukan penyelidikan dan ternyata terungkaplah fakta jika WN Prancis itu, telah menggunakan izin tinggal terbatas untuk TKA yang semestinya berlaku di Bali, tetapi nyatanya ia menjalankan aktivitas pekerjaan di Desa Serangan, Selong Belanak. Kejanggalan itu bukan hanya satu-satunya, GG juga menjalankan jenis pekerjaan yang nyata-nyata bertentangan dengan isi izin tinggal dan RPTKA yang dimilikinya.

“GG telah melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal ITAS TKA yang dimilikinya, serta melakukan kegiatan bekerja di wilayah yang tidak sesuai dengan izin tinggalnya, sehingga kami lakukan pengamanan dan pemeriksaan,” tegas Pungki.

Disebutkan, melalui serangkaian penyelidikan yang dilakukan Inteldakim, dipastikan jika GG telah melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Dimana konsekuensinya GG akan menjalani Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), yang mengarah pada proses pendeportasian dan pemasukan namanya dalam daftar penangkalan.

“Kami telah mengatur rangkaian proses pendeportasian untuk GG dan akan kami laksanakan hari ini,” ujarnya.

Terkait proses deportasi, Pungki menjelaskan jika WN Prancis itu akan diberangkatkan dari Kantor Imigrasi Mataram menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), yang selanjutnya dari Bandara Ngurah Rai menuju Paris, Prancis.

“Setiap orang asing yang memutuskan tinggal di Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk tunduk pada aktivitas yang sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. Jika ada perubahan aktivitas atau tempat tinggal, maka mereka harus melapor kepada lembaga berwenang dan Kantor Imigrasi setempat, sehingga pelanggaran seperti ini dapat dihindari,” tutup Pungki. (djr/w-001)