Menparekraf Ajak Mahasiswa Unram Gerakkan Ekonomi Kreatif

Menparekra saat memberi kuliah umum di Unram
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) H. Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menjadi penggerak ekonomi kreatif.

Hal itu diungkapkan Menparekraf dalam kuliah umum bertajuk “Pengembangan Young Enterpreneur di NTB”, Sabtu (12/11/2022), dalam rangka Launching FEB Entrepreneurship Learning Center (FEBELC).

mendatangi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB Unram) pada hari Sabtu, 12 November 2022 dalam rangka Launching FEB Entrepreneurship Learning Center (FEBELC) sekaligus memberikan kuliah umum “Pengembangan Young Entrepreneur di NTB”.

Sandiaga Uno sangat mendukung Unram menjadikan mahasiswa sebagai pengusaha muda berkualitas, yang akan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Kuncinya ada di anak-anak muda,” ujarnya.

Secara khusus Sandiaga Uno meminta kepada para mahasiswa, untuk lebih mencintai produk atau karya lokal, baik berupa musik, film dan produk-produk lokal lainnya. Dimana hal itu dapat mendorong pelaku usahaterus meningkat.

“Itu yang akan menentukan masa depan ekonomi kita, kuncinya adalah bagaimana kita membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” katanya.

Sebelumnya, Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.ST., Ph.D. dengan antusias menjelaskan jika FEB Unram, merupakan salah satu fakultas untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru.

“Cita-cita Unram adalah agar para mahasiswa, alumni-alumni Unram benar-benar diarahkan untuk menjadi new entrepreneur untuk menggerakan ekonomi negara,” ungkapnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unram itu berharap, dengan adanya kolaborasi Unram dan pemerintah, ke depan Unram dapat menciptakan entrepreneur-entrepreneur yang luar biasa.

Sementara Wakil Gubernur Provinsi NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan bahwa hingga saat ini perekonomian di NTB dapat bertahan di tengah masa pandemi, dikarenakan dukungan dan kerjasama Menparekraf melalui ekonomi kreatif.

“Jadi NTB bisa survive karena kekompakan, kolaborasi, gotong royong yang luar biasa dari seluruh pihak,” tuturnya. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *