SMSI Usul Kades Diikutkan Penididikan Lemhanas

Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sujatmiko
banner 120x600

Wordly.id|Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Budiman Sujatmiko, mengusulkan agar kepala desa (kades) diikutkan dalam pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Hal itu disampaikan saat diskusi yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) SMSI, Selasa (13/12/2022), dengan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI)

Dalam diskusi terkait implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014 tentang Desa tersebut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyampaikan, keikutsertaan kades dalam pendidikan di Lemhanas dimaksudkan sebagai upaya peneguhan wawasan kebangsaan, termasuk sebagai media peningkatan kemampuan learedship (kepemimpinan).

“Wawasan kebangsaan sangat penting, sehingga ke depan para kades perlu mengikuti pendidikan di Lemhanas,” kata Budiman Sujatmiko.

Budiman Sujatmiko yang duduk berdampingan dengan dosen Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, berpandangan bahwa saat ini rasa kebangsaan telah mengalami degradasi (merosot). Hal itu, menurut budiman, terjadi seiring menguatnya dampak negatif globalisasi.

“Menguatkan wawasan kebangsaan ini bagian dari upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM, red), termasuk kepemimpinan para kades,” tandasnya.

Fokus kaitannya dengan SDM, aktivis ’98 yang sempat ditangkap rezim orde baru (orba) itu mengatakan, dalam pembangunan desa SDM sangat diperlukan selain sumber daya alam (SDA).

Hardskill maupun softskill ke depan harus dikuasai oleh para kades, agar mereka mumpuni dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Budiman Sujatmiko.

Selain itu, lanjutnya, dalam membangun desa juga memerlukan senergi atau kerjasama dengan perguruan tinggi.

“Siapkan adanya anggaran desa khusus untuk beasiswa bagi anak desa berprestasi. Intinya, kesemua itu untuk membangun SDM di desa,” tegasnya.

Lebih lanjut Budiman Sujatmiko yang saat duduk di Komisi II DPR RI pernah menjadi Wakil Ketua Pansus RUU Desa, berjanji akan terus memperjuangkan pembangunan SDM.

“Revisi Undang-Undang Desa ini sangat penting agar ada anggaran khusus untuk membangun SDM desa, sementara Dana Desa (DD, red) lainnya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara Ketua Umum APDESI Arifin Abdul Majid, mengapresiasi usulan Budiman Sujatmiko tersebut sembari memberikan kilas balik terkait sejarah panjang lahirnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014.

Sedangkan Ketua Bidang Luar Negeri SMSI Aat Surya Safaat, juga turut memaparkan terkait peran penting SDM dalam pembangunan di desa.

Untuk diketahui, diskusi antara SMSI dan APDESI tersebut sebagai rangkaian rapat kerja DPP SMSI dan SMSI DKI Jakarta. Rapat kerja SMSI itu dibuka Ketua Umum SMSI Firdaus dan dihadiri Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir, Ketua SMSI DKI Jakarta Iwan Jamaludin beserta jajarannya dan anggota. (Anie/w-003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *