Heboh! Turis Belanda Terjaring Razia Imigrasi Mataram Gegara Ngajar Ilegal

Imigrasi-Turis Belanda
Kepala Imigrasi Mataram (kanan) bersama Kasi Inteldakim (tengah) saat konferensi pers dan turis Belanda yang terjaring razia
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Aksi nekat seorang turis Belanda berusia 37 tahun inisial EA (Pr) kembali menggemparkan pulau indah Lombok. Pasalnya, turis satu ini berani mengajar dan atau membuka kelas kerajinan gerabah tanpa izin. EA pun akhirnya terjaring razia petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Sabtu (12/8/2023), di sebuah hotel mewah di wilayah Kuta-Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB melalui Kepala Kantor Imigrasi Mataram Pungki Handoyo, Rabu (17/8/2023), mengungkapkan jika EA mendadak menjadi pusat perhatian setelah informasi mengenai “Fun Pottery Class“, yang akan diselenggarakan tersebar di media sosial.

“Kelas tersebut menawarkan pembelajaran membuat gerabah dengan gaya yang unik dan seru,” ungkapnya.

Menurut Pungki, petugas Imigrasi Mataram dari Seksi Inteldakim dengan cepat merespons laporan dari media sosial tersebut dan menggerebek lokasi kelas ilegal ini. Mereka berhasil mengamankan EA yang tengah mengajar di kelas tersebut, ditemani oleh tiga peserta yang terdiri dari dua orang warga negara asing (WNA) dan satu orang warga negara Indonesia (WNI).

“EA tertangkap basah sedang mengajar kelas gerabah di sebuah hotel di Kuta, Lombok Tengah, EA ternyata berstatus WNA Belanda. Ia dengan berani menggelar ‘Fun Pottery Class‘ dengan tarif pendaftaran yang lumayan, namun hal ini jelas melanggar izin tinggalnya,” ujarnya.

Tidak hanya melanggar batasan wilayah kerja yang telah ditentukan, EA juga melakukan pelanggaran serius dengan memasarkan kelasnya melalui media sosial pribadinya.

“Tindakan ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan oleh EA,” ucapnya.

Pria Betawi itu menjelaskan, hasil penyelidikan petugas Imigrasi mengungkapkan jika EA melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Akibatnya, EA akan dijatuhi sanksi administratif berupa pendeportasian serta namanya akan masuk dalam daftar penangkalan.

“Kita perlu waspada dan peduli terhadap keberadaan warga negara asing di sekitar kita. Tidak semua dari mereka memiliki niat baik saat berada di Indonesia. Melalui tindakan tegas ini, kami telah mendeportasi tiga WNA dalam sebulan terakhir yang mencoba mencari uang secara ilegal di Pulau Lombok,” tandas Pungki.

“EA akan kita deportasi hari Jumat, insya Allah,” imbuhnya.

Insiden mengejutkan ini menjadi peringatan bagi semua pihak, untuk mematuhi hukum dan peraturan imigrasi yang berlaku. Berlakulah dengan bijak dalam melakukan kegiatan di Indonesia, demi menjaga keharmonisan dan keamanan wilayah. (des/w-007)