Mahar politik semakin tak terkendali

banner 120x600

Wordly.id – Jawa Barat yang dikatakan oleh seorang Fahri Hamzah wakil ketua umum partai Gelora dan wakil ketua DPR RI tentang soal bandar dan bahwa para bandar yang menyatukan partai politik memang sesuatu yang memang diketahui oleh seorang Fahri Hamzah karena Fahri adalah seorang politisi sejak muda dan juga lama duduk di pemerintahan

 

Orang-orang seperti Fahri Hamzah dan Rocky Gerung ini memang harus ada di negeri ini, untuk melakukan banyak pekerjaan controling dan kritikan-kritikan terhadap pemerintah yang kadang -kadang pemerintah ini juga balelo dan burmocorah .

Dinegara Demokrasi memang yang harus dimunculkan adalah bertarung kapasitas, pengalaman, dan keilmuan bukan bertarung otot,adu jotos sesama para calon atau pemimpin bangsa, atau menghilangkan banyak nyawa dan kemana-mana bawa pentungan.

 

sistem Demokrasi itu kalo saya nilai memang kurang pas bagi negara -negara berkembang atau bagi negara -negara yang tertinggal secara ekonomi,ini bukan persoalan setuju atau tidak setujunya pada sistem Demokrasi

 

Karena melihat dari Biaya pemilu itu sendiri yang tidak sedikit dan bisa menghabiskan dana lebih dari 1000 triliun di dalam setiap pemilu,

 

Saya beberapa hari ini mencoba menghitung nominal -nominal uang yang akan dikeluarkan nanti,sekelas calon DPRD kabupaten saja untuk bisa duduk di kursi legislatif akan menghabiskan dana sebanyak 1 setengah miliar atau sampai 2 miliar

 

Jika ada 100 calon DPRD disetiap kabupaten, jelas dana yang keluar secara keseluruhan dari para calon sekitar 100 miliar atau lebih,itu disetiap kabupaten dan kita Hitung saja ada beberapa ratus kabupaten yang ada di indonesia

 

100 miliar kali 400 saja nilai uangnya sudah senilai =.,,,,,,,,itu sekelas DPRD kabupaten berbeda lagi untuk DPRD provinsi bisa saja 3 kali lipat atau 10 kali lipat biaya secara keseluruhan dan bisa mencapai diangka 200 triliun secara keseluruhan untuk DPRD provinsi ini

 

Untuk DPR RI tidak tanggung -tanggung untuk uang yang harus dikeluarkan setelah saya berdiskusi dengan banyak pihak paling kecil habisnya nanti untuk maju DPR RI paling tidak sebesar 10 miliar sampai 15 miliar, jika yang mencalonkan DPR RI se-Indonesia sebanyak 2000 saja tinggal kalikan saja 2000 x15 miliar =,,,,,,,,, dan itu bisa mencapai angka 700 triliun uang yang dikeluarkan,itu hanya angka -angka dilegealativ saja sudah bermain dinominal 1000 triliun lebih

 

Berbeda lagi dengan biaya yang dikeluarkan oleh capres/cawapres nantinya bisa disekitaran angka 20 triliun atau jauh lebih tinggi dari angka itu  uang yang akan dikeluarkan sampai di sogokan untuk membayar lembaga survei dan KPU

 

Beda juga dengan uang yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Untuk biaya keamanan, Bawaslu,KPU ,kertas, nasi bungkus uang rokok , gorengan dan lain-lain, jelas tidak akan memakan dana yang sedikit,

 

Dan ada sebuah kabar bahwa di satgasus ada uang 150 Triliun untuk mendukung dan untuk memenangkan capres tertentu , jadi tidak usah ngayal dan tidak usah bermunafik -Ria bahwa pencapresan nanti ini anti bandar anti pemodal.

palingan kalau iuran hanya akan terkumpul 20 miliar saja sedangkan biaya yang dibutuhkan paling sedikit puluhan triliun .

Dan dana  yang ribuan triliun itu Baek untuk legislatif ataupun pilpres selalu dihabiskan 5 tahun sekali tetapi sering saja yang muncul sebagai pemegang mandat adalah orang -orang yang tidak kompeten dan tidak berintegritasm ujar Anam Khan.

(Sunardi lintang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *