Jokowi bermimpi ingin seperti Alm Soeharto

banner 120x600

Wordly.id- Jawa Barat  Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa Jokowi telah banyak melakukan banyak pekerjaan -pekerjaan besar sama halnya dengan presiden -presiden disebelumnya

infrastruktur, bendungan, jalan Tol dan IKN walaupun dana yang digunakan untuk membangun itu semua adalah hasil transaksi dengan mempertaruhkan kekayaan alam yang ada di negeri ini dengan pihak asing, berhektar-hektar hutan yang dibabat lalu dikasih pada orang luar,

Nikel yang menjadi kebutuhan dunia saat ini dan indonesia memiliki sumber daya itu tapi keuntungan dari sumber daya manusia itu banyak dibawa oleh negara luar sehingga seorang Ekonom senior Faisal Basri menyindir Jokowi dengan sindiran jangan ngawur mengelola negeri ini

infrastruktur yang dibangun saat ini adalah hasil dari transaksi dengan pihak asing dengan menjaminkan kekayaan-kekayaan alam yang ada di negeri ini , berapa banyak sudah tentara China yang berpenampilan sipil yang masuk keindonesia, untuk apa kalau tidak untuk menjaga dan mengamankan aset -aset negara yang sedang dipimpin oleh kakak besar xijinping itu

Jangan samakan Jokowi itu dengan Soeharto, Baek dalam pengelolaan negara maupun dalam soal keberanian,sekelas Osama bin Laden, Mohammad Nordin M Top ,Dr Azhari saja tidak berani masuk indonesia dizaman Sang jendral itu,apalagi hanya penyelendup yang baru baru belajar perang dan baru belajar memegang senjata

Dosa terbesar bangsa saat ini adalah terlalu menyalah-nyalahkan Soeharto dan terlalu menyanjung -menyanjung presiden yang hasil rekayasa

Soeharto telah mampu menyelamatkan wibawa negara dengan mencegah para pejabat untuk tidak korupsi ,walaupun Soeharto sendiri dituduh sebagai bapak koruptor

Tapi Soeharto mampu menyelamatkan ekonomi negeri ini yang telah hancur dibawah kepemimpinan Soekarno yang telah hampir udhur waktu itu, walaupun pada akhirnya Soeharto dituduh sebagai penyengsaea rakyat, pada tahun 98 itu krisis itu terjadi tidak hanya dibawah kepemimpinan Soeharto saja tapi negara -negara dibelahan dunia ini banyak mengalami nasib yang sama

Rupiah anjlok justru setelah Soeharto tidak lagi memimpin republik ini dan bahkan ekonomi diera presiden Jokowi ini hanya berkutat diangka 4 persen dan kabarnya saat ini rupiah semakin anjlok setiap 1 dolarnya 16 ribu

Negara bergejolak justru setelah Soeharto tidak lagi memimpin negara ini terlepas sang jendral itu banyak Dosa pada bangsa ini tapi sang pemimpin terlama itu telah banyak berjasa bagi bangsa ini ucap presiden Abdurrahman Wahid

Ormas -ormas yang banyak belagu ,ormas kemarin sore yang banyak polah dan gayanya saja sok hebat tapi mana berani mereka Dulu petantang-petenteng dizaman Soeharto dan mana punya nyali untuk mendirikan ormas dizaman itu

indonesia ini bisa selamat dari dikomuniskannya negeri ini yang pada saat itu komunis sangatlah kuat, seandainya bukan Soeharto yang naik pada waktu itu kemungkinan besar Indonesia ini sudah menjadi komunis , lebih -lebih para petinggi komunis pada saat itu telah biasa keluar masuk uni Soviet, dan jika bukan Soeharto juga yang naik pada saat itu keamanan tidak bisa stabil dan ekonomi hancur berantakan setelah tahun 1950an dan Soekarno gagal menjadi pemimpin saat itu

para ahli ,profesor diundang oleh Soeharto untuk dimintai masukan -masukannya untuk kemajuan negeri ini

Para pelawak dan komika di undang keistana oleh Jokowi hanya untuk sekedar lucu-lucuan dan bercanda tidak jelas

Pertumbuhan sandang pangan ucap Soeharto terbukti indonesia menjadi salah satu pengirim beras terbanyak di dunia pada negara -negara berkembang maupun negara maju

Kerja -kerja ucap Jokowi tapi justru lapangan pekerjaan tidak memenuhi kebutuhan dan negara malah banyak menumpuk hutang

Apapun prestasi yang diraih oleh Jokowi selama ini kelihatan betul bahwa Jokowi adalah satu-satunya presiden yang penuh dengan sandiwara kebohongan dan presiden yang dipenuhi intervensi dari banyak pihak

Karena Jokowi menjadi presiden republik Indonesia memang hasil dari rekayasa

Jokowi tidak akan pernah mampu bisa seperti Soeharto dalam mengelola bangsa ini, walaupun dia ingin sekali seperti Soeharto ,dengan menghukum orang seenak seleranya, kadang-kadang tanpa alasan yang jelas, membubarkan banyak ormas yang dianggap berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara,bertangan besi, membiarkan kematian -kematian besar tanpa ada ketegasan yang jelas dari seorang kepala negara

sedangkan kalau pekerjaan RT dan guru TK dia ambil alih seperti bagi-bagi sepeda, sertifikat tanah , dan menyuruh anak-anak menyebut nama-nama ikan ,

berbeda sekali dan level yang sangat jauh dengan sang jendral Soeharto, Soeharto itu sebelum jadi presiden sudah matang prosesnya dan sudah matang dalam ilmu kepemimpinan Baek memimpin sipil ,militer, intelijen dan perang sedangkan Jokowi hanyalah pemimpin yang dilahirkan dari ketergesa-gesaan dan prematur

Ucapan -ucapannya selalu menimbulkan fitnah dan penafsiran -penafsiran yang mengundang perdebatan tidak bermutu dan kebijaksanaannya selalu dilakukan ditengah malam diwaktu enak-enaknya orang tidur

ingin berpreode-preode seperti Soeharto. berbisik-bisik pada orang -orang terdekatnya agar keinginan itu bisa tercapai tapi menjalankan satu preode saja diawal-awal kepemimpinannya sudah ngos-ngosan ujar Anam khan mengakhiri.

(Sunardi lintang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *