Polemik Nasab Ba’alawi, Dr. Ali Jadid Angkat Bicara

Ali Jadid
Dr. S. Ali Jadid Al-Idrus (kiri) dalam momen bertemu sahabat di Kantor PWNU NTB
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Polemik mengenai nasab Bani Alawi atau Ba’alawi kembali mencuat, pasca hasil penelitian terbaru KH. Imaduddin Usman Al-Bantani, menyatakan bahwa nasab Bani Alawi terputus dengan Rasulullah SAW. Hal ini menjadi sorotan publik dan memicu beragam tanggapan dari berbagai kalangan, salah satu tanggapan Dr. S. Ali Jadid Al-Idrus, M.Pd.

Dalam wawancara eksklusif dengan Dr. S. Ali Jadid Al-Idrus, M.Pd., seorang akademisi dan kandidat Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Senin (29/5/2023), memberikan apresiasi kepada KH. Imaduddin Usman Al-Bantani atas hasil penelitiannya yang kontroversial.

Dr. Ali Jadid menyatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada Kiyai Imad dan saya menghormati serta sangat mengapresiasi hasil penelitiannya. Syukran katsira Kiyai Imad,” ungkapnya.

Menurut Dr. Ali Jadid, yang juga dikenal memiliki silsilah keluarga Al-Idrus menambahkan jika dirinya memiliki data, yang menunjukkan adanya kelanjutan nasab dzurriyah (keturunan) Bani Alawi, yang terhubung secara genealogi dengan Nabi Muhammad SAW.

“Saya juga punya data yang bisa disandingkan dengan hasil penelitian Kiyai Imad. jika memungkinkan, saya dan Kiyai Imad bisa duduk bersama untuk membahas tentang ini,” ujarnya.

Namun demikian, Dr. Ali Jadid yang memiliki Pam Al-Idrus seperti yang tercantum di akhir namanya, mengajak para habib untuk kembali kepada Thariqah Alawiyah, yaitu aliran spiritual yang berasal dari keluarga Nabi Muhammad SAW melalui garis keturunan Alawi.

“Saya mengajak kepada para habib memperkuat ikatan dengan Thariqah Alawiyah, dimana hal itu dapat membantu memelihara dan menghidupkan kembali, warisan spiritual yang telah diterima dari Rasulullah SAW,” ajak Dr. Ali Jadid.

Meskipun kontroversial, penelitian KH. Imaduddin Usman Al-Bantani dan tanggapan Dr. Ali Jadid Al-Idrus, telah menciptakan minat baru dalam mempelajari sejarah nasab dan peran Bani Alawi dalam tradisi Islam.

Perdebatan ini diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih luas, mengenai pewarisan spiritual dan keberlanjutan garis keturunan dari Rasulullah SAW.

Redaksi wordly.id berharap berita ini dapat dibaca KH. Imaduddin Usman Al-Bantani, untuk memberikan tanggapannya mengenai pandangan Dr. Ali Jadid Al-Idrus. sehingga dapat memberikan tanggapan resmi.

Sebagai polemik nasab Bani Alawi terus berkembang, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan sikap yang tenang dan terbuka dalam menghadapi perbedaan pendapat. Diskusi dan penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, mengenai sejarah dan identitas keluarga Bani Alawi. (djr/red)