Jadi Peringkat Kedua Nasional, Unram Siap Lakukan Percepatan di Tahun 2023

Rektor Unram saat menegaskan tahun 2023 jadi tahunpercepatan (Foto: Humas Unram for Wordly.id)
banner 120x600

Wordly.id|Mataram – Universitas Mataram (Unram) di tahun 2022 berada pada urutan kedua Badan Layanan Umum (BLU), dari 35 Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN) se-Indonesia. Bersiap memasuki tahun akademik 2023-2024, Unram akan tancap gas untuk melakukan percepatan.

Demikian disampaikan Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., Senin (5/12/2022), dalam Upacara Rutin Bulanan di Lapangan Rektorat Unram dimana upacara tersebut, merupakan upacara bulanan terakhir di tahun 2022.

“Biasanya kita berada di urutan 20-an. Dalam sejarah, kita sudah mengukir keberhasilan yang berada pada urutan kedua. Semoga pada akhir tahun kita masih bisa mempertahankan ini. Ada tiga percepatan yang akan kita raih bersama yakni pertama percepatan pencapaian IKU, kedua percepatan akreditasi dan ketiga percepatan dalam rangka mempersiapkan PTN-BH,” jelasnya.

“Tahun 2023-2024 kita namakan tahun percepatan,” tegasnya.

Dijelaskan, pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Unram termasuk di dalamnya mendorong kerjasama luar negeri.

“Untuk kerjasama luar negeri, kunjungan ke Jepang sudah berhasil, ada satu orang yang lulus untuk melanjutkan S3 di Nagoya University. Begitu juga dengan kerjasama Rusia, kita akan mengembangkan beberapa riset dengan mereka yang sudah kita sepakati,” katanya.

Pun, kunjungan ke Seoul Nasional University, lanjut Prof. Bambang, juga membuahkan hasil dimana Unram akan menjadi Center Smart City.

“Sebentar lagi mereka datang ke tempat kita, kita perkuat lagi kerjasama itu. Kerjasama dengan Perancis ada konsorsiumnya. Insya Allah, perjalanan ke luar negeri kita tidak akan sia-sia,” tandas Prof. Bambang.

Rektor Unram itu menyebutkan, perjalanan ke luar negeri merupakan perjalanan dalam mengemban tugas, untuk melaksanakan visi-misi Unram menjadi PT berbasis riset dan berdaya saing internasional tahun 2025.

“Tidak mungkin kita lakukan hanya dengan berdiam diri. Kita harus membuka kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai macam perguruan tinggi di dunia,” ujarnya. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *