Unram Terima 191 Mahasiswa Program MBKM se-Nusantara

Mahasiswa Program MBKM Unram dari PT luar NTB se-Nusantara
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Sebanyak 191 mahasiswa pertukaran mahasiswa dari seluruh Nusantara diterima Universitas Mataram (Unram), Rabu (17/8/2022), usai pelaksanaan Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-77. Mahasiswa dari 74 perguruan tinggi (PT) luar Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, akan menimba ilmu pengetahuan di Unram sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., memberikan motivasi kepada 191 mahasiswa dari berbagai kampus itu.

“Selamat datang kami sampaikan di Universitas Mataram, semoga kalian semua betah di Pulau 1000 Masjid dan menimba ilmu di Unram,” katanya.

Selanjutnya Prof. Bambang mempersilahkan para mahasiswa dari 74 kampus luar daerah itu, melihat-lihat dan melkakukan pengenalan di kampus “Kamups Inovatif Berdaya Saing tanpa Batas” Unram.

Ditemui usai penerimaan, Muhammad Fahrozi. mahasiswa Program Studi (Prodi) Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM), mengatakan bahwa dalam memilih PT tujuan dirinya bergantung pada mata kuliah yang relevan. Pria kelahiran Sungai Salak Kepulauan Riau itu, menuturkan harapan memilih Unram sebagai kampus tujuan.

“Saya berharap bisa menyerap ilmu lebih banyak di Universitas Mataram ini,” ucapnya.

Sapaan Rozi itu menyampaikan, salah satu tujuan program pertukaran mahasiswa juga agar terjadi pembauran.

“Kami nantinya akan melakukan wisata budaya,” ujarnya.

Smentara mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Musamus Merauke Sofiah Juliana, mengatakan bahwa dirinya memilih Unram karena banyak mata kuliah yang relevan.

“Kami dari Universitas Musamus, mendaftar sekitar lebih dari 10 orang dan memilih Unram sebagai pilihan pertama. Setelah melakukan seleksi terpilih sebanyak tiga mahasiswa. Musamus Merauke siap mengemban ilmu bersama teman-teman di Unram,” katanya.

Wanita yang lahir dan besar di Papua itu juga menuturkan usahanya sehingga berhasil bergabung di Unram, mengingat saat pendaftaran program pertukaran mahasiswa, signal internet di daerahnya tidak ada selama hampir tiga bulan.

“Pendaftarankan secara online, jadi kami terpaksa harus pergi ke bandara demi mendapatkan signal. Setelah dapat signal kami mencari beberapa kampus salah satunya Unram. Setelah dilihat ada beberapa mata kuliah yang memang mirip dengan kurikulum kami dari Musamus, kami memilih Unram sebagai tujuan kami,” jelasnya.

“Semoga ini bisa menjadi contoh untuk teman-teman yang di Papua. Jangan takut ke luar, jangan minder menjadi orang Papua, jangan terkurung dalam mindset orang lain. Tunjukkan bahwa ini loh kita dari Papua, kita dari timur, bisa kok keluar, bisa kok sampai ujung, teman-teman yang lain juga bisa,” ucapnya. (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *