Gempa 5,8 SR Guncang Bali, Masyarakat Lombok Belingsatan

Warga berada di luar rumah saat gempa bali 5,8 SR terjadi
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Pulau Dewata, Bali diguncang gempa bumi magnitudo 5,8, Senin (22/8/2022) sekitar pukul 15.36.33 WIB. Gempa berkekuatan 5,8 SR (Skala Richter) itu dirasakan pula hingga Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Masyarakat Pulau Lombok yang masih trauma dengan gempa dahsyat beberapa tahun lalu, belingsatan dan berhamburan keluar rumah.

Di Perumahan Griya Menang Asri Kuripan, Lombok Barat misalnya, warga Perum GMA terlihat memenuhi setiap ruas jalan lingkungan, terutama ibu-ibu yang berteriak dan kerasak-gerusuk mencari anaknya.

“Gempa…gempa, nak kamu dimana, kamu kemana, kakak cari adikmu,” teriak ibu-ibu yang mencari anaknya yang saat itu pergi bermain di seputaran komplek perumahan.

Tak hanya itu, ada juga ibu-ibu yang memeluk erat anaknya sembari duduk di tengah jalan lingkungan.

“Nak, jangan masuk ke rumah, mama akan lindungi kamu,” ucap seorang ibu yang mendekap erat buah hatinya yang semata wayang.

Kondisi itu berlangsung sesaat setelah gempa berkekuatan 5,8 SR mengguncang Pulau Dewata, Bali, yang juga mengagetkan masyarakat Pulau Lombok karena getarannya yang lumayan keras.

Tak ayal, dalam kondisi panik tersebut seorang ibu yang memiliki dua orang anak, menerima panggilan telepon dari ibunya yang berada di Kabupaten Lombok Utara. Dari percakapan telepon yang memakai speaker luar (out speacker) karena suasana ribut, terdengar si-ibu mengingatkan anak dan cucunya agar jangan berada di dalam rumah.

“Kalian sekarang dimana, cepat keluar, jangan di dalam rumah. Pokoknya jangan masuk dulu, di sini keras sekali, kami sudah siap-siap, ini adikmu entah dimana,” terdengar suara si-ibu dari seberang telepon selular dengan nada penuh kekhawatira.

Selama satu jam pasca gempa terjadi tampak warga masih berada di luar rumah. Detik-detik pun berlalu, satu demi satu warga terlihat mulai masuk ke rumah masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Ricko Kardoso mengatakan, dari hasil pengamatan sementara bahwa 5,8 SR di laut Bali tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hingga saat ini dari pemantauan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada aktivitas gempa bumi susulan,” ujarnya.

Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Namun demikian, agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (Djr/w-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *