Satu Unit Rumah di Bawak Nao di Lalap Si Jago Merah

banner 120x600

Wordly.id | NTB – Kembali Sebuah rumah di Desa Sajang, Dusun Bawak Nao, Kecamatan Semblun Lombok Timur, ludes terbakar dilalap si jago merah sejak sekitar pukul 08.00 Wita, Kamis (28/4).

“Saya mau berangkat ke kantor desa pagi tadi, eh tau-tau ada api dekat rumah. Saya panik, karena apinya sudah besar dan saya tidak bisa berbuat banyak, lalu saya umumkan kebakaran itu di mushala. Selang beberapa menit waraga datang membantu padamkan apinya,” Tutur Hidmatul Arif, Saksi mata saat dikonfirmasi.

Arif mengungkapkan saat kejadian rumah itu ditinggal pergi ke pasar oleh pemiliknya sekitar pukul 07.30 Wita, untuk membeli pakain atau baju lebaran dan keperluan sehari-sehari.

“Karena hari ini (Kamis-red), pasar mingguan di Sembalun Bumbung. itu kenpa mereka pergi pagi sekali ya takut keburu bubar, yang namnya pasar mingguan cepat bubarnya beda dengan pasar harian tiap hari buka,” ujar Arif.

Adapun kronologis kejadiannya sambung Arif, sebelum kejadian kedua anak korban bermain diluar rumah saat orang tuanya pergi ke pasar. Usia mereka ada yang 11 tahun dan 5 tahun, anak yang usianya 5 tahun inilah menyalakan obor didalam ruangan rumah itu.

Menurut cerita anak korban, obornya sudah dimatikan dan ia taruh dipinggir ranjang tempat mereka tidur, terus anak itu keluar rumah.

Tidak lama kemudian lanjutnya, kepulan asap keluar dan ibu-ibu berteriak minta tolong ada api. Maka dengan sepontan ia keluar dan mengambil alat seadanyauntuk memadamkan api tersebut, kebetulan pagi itu lagi sepi.

“Saya shok dan sempat pasrah, karena api semakin berkobar. Selang beberpa menit warga datang memdamkan api menggunakan alat seadanya,” jelas Arif.

“Meski api semakin berkobar, semngat para warga untuk mematkan si jago merah tidak kendor. Saya salut dan bangga sama warga kami disini, ahirnya api tu berhasil dipadam,” imbuh arif.

Di satu sisi, Dia sebagai Sekdes desa Sajang. Tentunya terpukul dan perihatin atas insiden yang menimpa warganya, pasalnya korban adalah selain tetangga dekat juga keluarga besarnya.

Untuk itu, Dia langsung melaporkan kejadian itu ke Bupati Lombok Timur dan intansi terkait, seperti Dinas Sosial dan BPBD Lotim.

“Kami dari pemerintah Desa langsung melaporkan kejadian itu ke pihak-pihak tetkait. Dan kami juga membantu korban kebutuhan sehari-seharinya semampu kami dari Pemdes,” kata Arif.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, maupun luka bakar. Dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta, api baru bisa dipadam 1 jsm lebih sekira pukul 09.30 Wita.

Sementara itu, Iwandi (Korban) mengaku dapat info dari keponakannya pada pukul 10.00 Wita. Dimana waktu kejadian ia tidak berada di rumah, saat itu ia lagi ke pasar mingguan setiap hari Kamis di Desa Sembalun Bumbung.

“Saya di infokan oleh keponakan, bahwa rumah saya terbskar. Langsung kami pulang, begitu tiba di rumah benar adanya rumah kami terbakar dan apinya sudah dipdamkan oleh warga,” tuturnya dengan raut wajah sedih.

Bapak anak tiga, mengaku sangat terpukul dan shok atas musibah menimpa diri dan keluarganya. Menurutnya ini yang kedua kali rumahnya hancur, dan ia susah payah baru bisa menditikan rumah lagi.

“Dulu rumah kami tembok, rusak akibat gempa. Kini setelah kami punya rumah bantuan gempa, rusak akibat kebakaran. Saya pasrah dan sabar menerima cobaan ini, semoga semua ini ada hikmahnya,” katanya.

Untuk itu ia berharap kepda semua pihak, terutama dinas terkait utuk segera membantunya. Karena sehelai benang pun tidak bisa diselamatkan olehnya, apa lagi harta benda lainnya.

“Saya sangat berharap kepada semua pihak untuk membantu saya, terutam Pemda dan intansi terkait,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *