PIRA Bertekad Perjuangkan Kesetaraan Gender

Foto bersama usai kegiatan pendidikan politik perempuan PIRA di Kabupaten Sumbawa Barat
banner 120x600

Wordly.id | NTB – Sebagai organisasi sayap perempuan Partai Gerindra, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) terus bertekad memperjuangkan kesetaraan gender, melalui pemenuhan 30 persen keterwakilan perempuan di legeslatif. Demikian terungkap dalam kegiatan Silaturahmi dan Pendidikan Politik Perempuan, Selasa (20/9/2022), yang digelar Pengurus Cabang PIRA Kabupaten Sumbawa Barat.

Ketua Umum Pengurus Pusat PIRA dr. Sumarjati Arjoso, S.K.M. mengungkapkan, di usia ke-14 tahun PIRA yang berdiri pada 9 Oktober 2018 lalu, PIRA semakin memantapkan tekad untuk perjuangan kesetaraan gender.

“Partai Gerindra menghimpun semua kekuatan dalam rangka mencapai cita-cita Gerindra, sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya tercapainya kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sayap Perempuan Indonesia Raya adalah satu-satunya sayap perempuan Partai Gerindra,” ujarnya.

“Itulah mengapa PIRA mulai tingkat Pusat hingga Pengurus Daerah dan Cabang diberikan pendidikan politik, kita bertekad untuk memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan yang duduk di lembaga legislatif,” tandasnya.

Menurut Sumarjati, keterwakilan gender dalam setiap pemilihan legislatif (pileg) selalu tercapai 30 persen, tapi pada kenyataannya perempuan yang duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), baik di pusat (DPR RI) maupun di daerah (DPRD) belum tercapai.

“Kita tahu bahwa pencalonan itu sudah lebih dari 35 persen caleg perempuan, namun yang betul-betul duduk di DPR RI ataupun DPRD masih kurang dari 30 persen. Di tingkat DPR RI untuk Gerindra itu adalah 15 anggota legislatif perempuan dari 78 anggota legislati,” ungkapnya.

“Berarti belum sampai 20 atau baru 19,30 persen keterwakilan gender di DPR RI untuk Partai Gerindra,” imbuhnya.

Sedangkan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), lanjut Sumarjati, Partai Gerindra rata-rata berada di angka 14,42 persen tingkat proinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

“Kita berharap ke depat pencalonan 30 persen caleg perempuan bahkan lebih itu, bisa duduk di lembaga legislatif setidaknya 30 persen ataumendekati 30 persen. Kita memberikan pendidikan politik supaya perempuan-perempuan paham politik, karena keperluan anggota legislatif perempuan ini sangat penting, di dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan khususnya untuk menghilangkan ketidaksetaraan gender,” jelas Sumarjati.

Senada, Ketua Bidang Pemberdayaan Kader Perempuan DPP Partai Gerindra Hj. Endang Sulistyorini mengatakan, pendidikan politik yang digelar PIRA di seluruh Indonesia dimaksudkan untuk memberikan pemahaman politik, dalam upaya pemenuhan 30 persen afirmasi politik keterwakilan perempuan.

“Jadi kita mempersiapkan kader-kader perempuan untuk kita jadikan calon anggota legislatif. Harapannya juga nanti bukan hanya sekedar jadi caleg, tetapi akan terpilih menjadi anggota legislatif,” katanya.

Disebutkan, dengan pembekalan atau pendidikan politik perempuan yang digelar PIRA tersebut, akan bermunculan srikandi-srikandi Partai Gerindra yang akan mewarnai kursi-kursi legislatif, baik di tingkat DPR RI maupun di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

“Jadi bukan hanya sekedar eforia, bukan hanya sebagai penggembira ataupun sebagai pelengkap penderita, tetapi juga memang mendapatkan dukungan baik dari partai maupun dukungan dari masyarakat yang akan diwakilinya. Untuk di provinsi dari sembilan kursi DPRD, kita harapkan nanti akan naik ke 11 kursi dengan dua caleg perempuan akan menjadi anggota DPRD, itu target,” sebutnya. (Ang/w-005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *